Category Archives: OBM – Berkaitan

image_pdf

LIVE – Pengasas AIP di BNC TV

 

SIARAN LANGSUNG PENGASAS AKADEMI INSAN PRIHATIN (AIP) DI BERNAMA NEWS CHANNEL TV.

PARENTING TIPS #10 : AJAR ANAK BEKERJA

KISAH JUTAWAN YANG MENFAKIRKAN DIRI

JUTAWAN INI SERAHKAN SELURUH KEKAYAANNYA UNTUK BUKA RUMAH KEBAJIKAN YANG TIDAK MEMINTA DERMA. SELEPAS 11 TAHUN ANAK-ANAK YATIM JAGAANNYA MENJUMPAI KERATAN AKHBAR INI DAN….

 

Perintah Allah dan Wasiat salafush shålih untuk meninggalkan debat

00 perlantikan pemimpinhttp://prihatin.net.my/blog/2014/01/28/budaya-debat-menghapuskan-cara-hidup-islam/

Mutakhir ini budaya debat sudah menjadi kelaziman yang memualkan dan menyakitkan hati. Masing-masing cabar-mencabar untuk menunjukkan kepandaian dan memperlekehkan pihak lain. Padahal telah Allah jelaskan bahawa budaya debat akan melemahkan kita. Berikut adalah beberapa di antara FirmanNya,

QS: 2. Al Baqarah 139. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati“,

 

QS: 2. Al Baqarah 176. “Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh”.

 

QS: 2 Al-Baqarah: 204-205 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (darimu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan,”

 

QS: 3. Ali ‘Imran 20. “Kemudian jika mereka mendebat kamu maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, “Apakah kamu masuk Islam.” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

 

QS: 4. An Nisaa’ 107. Dan janganlah kamu mendebat orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

 

QS: 4. An Nisaa’109. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka ?

 

QS: 7. Al A’raaf 71. Ia berkata: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu.” Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama  yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu.”

 

QS: 8. Al Anfaal 46. “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“.

 

QS: 11. Huud 76. “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak”.

 

QS: 16. An Nahl 125. “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk“.

 

QS: 18. Al Kahfi 22. “… Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu  bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka  kepada seorangpun di antara mereka.”

 

QS: 18. Al Kahfi 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”

 

QS: 19 Maryam: 97 Maka sesungguhnya, telah kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang,”

 

QS: 22. Al Hajj 8. “Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya”

 

QS: 29. Al ‘Ankabuut 46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.”

 

QS: 40. Al Mu’min 4. Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.”

 

QS: 43 Az-Zukhruf : 58 Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar,”

 

Rasulullah SAW pula telah mewasiatkan larangan berdebat ini dalam banyak sekali hadis sohih dan wasiat yang sama banyak dinukilkan oleh para ulama’ muktabar sebelum ini.

1. Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam

Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar.

Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”

(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

2. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata kepada putranya:

“Tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.”

[Ad-Darimi: 309, al Baihaqi, Syu’abul Iman: 1897]

3. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa

“Cukuplah engkau sebagai orang zalim bila engkau selalu mendebat. Dan cukuplah dosamu jika kamu selalu menentang, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu berbicara dengan selain zikir kepada Allah.”

[al-Fakihi dalam Akhbar Makkah]

4. Abud Darda radhiyallahu ‘anhu

“Engkau tidak menjadi alim sehingga engkau belajar, dan engkau tidak disebut mengerti ilmu sampai engkau mengamalkannya. Cukuplah dosamu bila kamu selalu mendebat, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu menentang. Cukuplah dustamu bila kamu selalu berbicara bukan dalam dzikir tentang Allah.”

[Darimi: 299]

5. Muslim Ibn Yasar rahimahullah

“Jauhilah perdebatan, karena ia adalah saat bodohnya seorang alim, di dalamnya setan menginginkan ketergelincirannya.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra; Darimi: 404]

6. Hasan Bashri rahimahullah

Ada orang datang kepada Hasan Bashri rahimahullah lalu berkata,

“Wahai Abu Sa’id kemarilah, agar aku bisa mendebatmu dalam agama!”

Maka Hasan Bashri rahimahullah berkata:

“Adapun aku maka aku telah memahami agamaku, jika engkau telah menyesatkan (menyia-nyiakan) agamamu maka carilah.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 588]

7. Umar ibn Abdul Aziz rahimahullah

“Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka ia akan banyak berpindah-pindah (agama).”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 565]

8. Abdul Karim al-Jazari rahimahulah

“Seorang yang wira’i tidak akan pernah mendebat sama sekali.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 636; Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

(1-Wira’i artinya orang yang sangat menjaga diri dari hal-hal yang syubhat dan membatasi diri dari yang mubah)

9. Ja’far ibn Muhammad rahimahullah

“Jauhilah oleh kalian pertengkaran dalam agama, karena ia menyibukkan (mengacaukan) hati dan mewariskan kemunafikan.”

[Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

10. Mu’awwiyah ibn Qurrah rahimahullah

“Dulu dikatakan: pertikaian dalam agama itu melebur amal.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 562]

11. al Auza’i rahimahullah

“Jika Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum maka Allah menetapkan jidal pada diri mereka dan menghalangi mereka dari amal.”

[Siyar al-A’lam 16/104; Tadzkiratul Huffazh: 3/924; Tarikh Dimsyq: 35/202]

12. Imran al-Qashir rahimahullah

“Jauhi oleh kalian perdebatan dan permusuhan, jauhi oleh kalian orang-orang yang mengatakan: Bagaimana menurutmu, bagaimana pendapatmu.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 639]

13. Muhammad ibn Ali ibn Husain rahimahullah

“Pertikaian (perdebatan) itu menghapuskan agama dan menumbuhkan permusuhan di hati orang-orang.”

[al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

14. Abdullah ibn Hasan ibn Husain rahimahullah

Dikatakan kepada Abdullah ibn al Hasan ibn al Husain rahimahullah,

“Apa pendapatmu tentang perdebatan (mira’)?”

Dia menjawab:

“Merusak persahabatan yang lama dan mengurai ikatan yang kuat. Minimal ia akan menjadi sarana untuk menang-menangan itu adalah sebab pemutus talit silaturrahim yang paling kuat.”

[Tarikh Dimasyq: 27-380]

15. Bilal ibn Sa’d rahimahullah (kedudukannya di Syam sama dengan Hasan Bashri di Bashrah)

“Jika kamu melihat seseorang terus-terusan menentang dan mendebat maka sempurnalah kerugiannya.”

[al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

16. Wahab ibnu Munabbih rahimahullah

“Tinggalkanlah jidal dari perkaramu, karena ia tidak akan dapat mengalahkan salah satu dari dua orang: seseorang yang lebih alim darimu, bagaimana engkau memusuhi dan mendebat orang yang lebih alim darimu? Dan seseorang yang engkau lebih alim daripadanya, bagaimana engkau memusuhi orang yang engkau lebih alim daripadanya dan ia tidak mentaatimu? Maka tinggalkanlah itu.”

[Tahdzibul Kamal: 31/148; Siyarul A’lam: 4/549; Tarikh Dimasyq: 63/388]

17. Malik ibnu Anas rahimahullah

Ma’n rahimahullah berkata:

“Pada suatu hari Imam Malik ibn Anas berangkat ke masjid sambil berpegangan pada tangan saya, lalu beliau dikejar oleh seseorang yang dipanggil dengan Abu al-Juwairah yang dituduh memiliki Aqidah Murji’ah.”

Dia berkata:

‘Wahai Abu Abdillah dengarkanlah dariku sesuatu yang ingin saya kabarkan kepada anda, saya ingin mendebat anda dan memberi tahu anda tentang pendapatku.’

Imam Malik berkata,

‘Hati-hati, jangan sampai aku bersaksi atasmu.’

Dia berkata,

‘Demi Allah, saya tidak menginginkan kecuali kebenaran. Dengarlah, jika memang benar maka ucapkan.’

Imam Malik bertanya,

‘Jika engkau mengalahkan aku?’

Dia menjawab,

‘Maka ikutlah aku!’

Imam Malik bertanya lagi,

‘Kalau aku mengalahkanmu?’

Dia menjawab,

‘Aku mengikutimu?’

Imam Malik bertanya,

‘Jika datang orang ketiga lalu kita ajak bicara dan kita dikalahkannya?’

Dia berkata,

‘Ya kita ikuti dia.’

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Hai Abdullah, Allah azza wa jalla telah mengutus Muhammad dengan satu agama, aku lihat engkau banyak berpindah-pindah (agama), padahal Umar ibnu Abdil Aziz telah berkata, “Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka dia akan banyak berpindah-pindah”.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

”Jidal dalam agama itu bukan apa-apa pun (tidak ada nilainya sama sekali).”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Percekcokan dan perdebatan dalam ilmu itu menghilangkan cahaya ilmu dari hari seorang hamba.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya jidal itu mengeraskan hati dan menimbulkan kebencian.”

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki ilmu sunnah, apakah ia boleh berdebat membela sunnah? Dia menjawab,

”Tidak, tetapi cukup memberitahukan tentang sunnah.”

(Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Qadhi Iyadh: 1/51; Siyarul A’lam: 8/106; al-Ajjurri dalam al-Syari’ah, hal.62-65)

18. Muhammad ibn Idris as-Syafi’I rahimahullah

“Percekcokan dalam agama itu mengeraskan hati dan menanamkan kedengkian yang sangat.”

[Thobaqat Syafiiyyah 1/7, Siyar, 10/28]

19. Ahmad bin Hambal rahimahullah

Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang,

“Saya ada di sebuah majlis lalu disebutlah di dalamnya sunnah yang tidak diketahui kecuali oleh saya, apakah saya mengatakan?”

Dia menjawab:

“Beritakanlah sunnah itu, dan janganlah mendebat karenanya!”

Orang itu mengulangi pertanyaannya, maka Imam Ahmad rahimahullah berkata:

“Aku tidak melihatmu kecuali seorang yang mendebat.”

[al-Adab as-Syar’iyyah: 1/358, dalam bab menyebar sunnah dengan ucapan dan perbuatan tanpa perdebatan dan kekerasan; al-Bashirah fid-Da’wah Ilallah: 57]

20. Shafwan ibn Muhammad al-Mazini rahimahullah

Saat Shafwan rahimahullah melihat para pemuda berdebat di Masjid Jami’ maka ia mengibaskan tangannya sambil berkata:

“Kalian adalah jarab, kalian adalah jarab.”

[Ibnu Battah: 597]

(Jarab = Sejenis penyakit kulit)

Dahulu dikatakan:

“Janganlah engkau mendebat orang yang santun dan orang yang bodoh; orang yang santun mengalahkanmu, sedang orang yang bodoh menyakitimu.”

[Al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

Sumber: alqiyamah


Wasiat asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Ali al-Yamani al-Wushobi al-AbdaliWahai Penuntut ilmu, jika kamu membuka pintu debat bersama temanmu maka sungguh kamu telah membuka pintu penyakit fitnah buat dirimu. Apabila seseorang penuntut ilmu tidak menjauhkan diri darinya tentu akan mendapatkan marabahaya.

Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ما ضل قوم بعد هدى كا نوا عليه إلاأوتواالجدال : ثم قرأ : ماضربوه لك إلاجد لا بل هم قوم خصمون – رواه الترمذي عن أبي أمامة الباهلي –

 

ِArtinya : “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk kecuali Allah berikan kepada mereka ilmu debat. Kemudian beliau membaca : mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.”

(HR Tirmidzi dari Abu Umamah al Bahily)

Saya masih teringat seorang teman ketika awal belajar di Madinah, mungkin kurang lebih dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang silam, dia terkenal banyak berdebat. Terkadang dia mulai berdebat dari setelah Isya’ sampai akhir malam. Ternyata pada akhirnya dia mendapatkan kegagalan, tidak menjaga waktu, tidak beristighfar, bertasbih, bertahlil, bangun malam, dan tidak melaksanakan bimbingan Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam.

Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam bukanlah pendebat. Tatkala Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam pergi kerumah Fatimah dan Ali ketika beliau ingin membangunkan keduanya untuk sholat malam, beliau mengetuk pintu dan berkata :

”Tidaklah kalian bangun untuk melaksanakan sholat?”

‘Ali mengatakan :

”Sesungguhnya jiwa kami di Tangan Allah, Dia membangunkan sesuai kehendak-Nya.”

Lalu Baginda SAW balik sambil memukul pahanya dan berkata :

وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا

” Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak mendebat/membantah.”

(QS Al Kahfi :54 )

Rasulullah tidak mendebat Ali dan beliau menganggap bahwa apa yang dijawab Ali termasuk dari jidal (debat) dengan berdalilkan firman Allah :

وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا

” Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak mendebat/membantah.”

(QS Al Kahfi :54 )

Wahai penuntut ilmu jauhilah dari perdebatan, karena hal yang demikian itu menyebabkan kemurkaan dan kebencian di dalam hati. Katakan kepada temanmu apa yang kamu ketahui, kalau temanmu mengatakan tidak, kembalikanlah permasalahannya kepada Syaikhmu, dan sekali lagi menjauhlah kamu dari perdebatan, Rasulullah bersabda :

إذااختلفتم قي القران فقوموا – متفق عليه

“Apabila kalian berselisih di dalam Al Qur’an maka tinggalkan tempat tempat itu.”

(Muttafaqun Alaihi)

Apabila terjadi disuatu majlis perdebatan, satu menyatakan demikian yang lain menyatakan demikian, maka dengarkan sabda Rasulullah diatas dan janganlah kalian duduk ditempat itu dan jangan mencoba untuk membuka perdebatan. Berhati-hatilah kamu dari debat dan peliharalah waktumu, insya Allah kamu akan saling mencintai dan saling menyayangi.

[Disalin oleh Abu Aufa dari buku عشرون النصيحة الطالب العلم و الد ا عي إلى الله yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Melayu dengan judul ” 20 Mutiara Indah bagi penuntut Ilmu dan Da’i Ilallah“]

Maksud perkataan ‘ulama diatas

Syaikhul Islam berkata, “Jadi, yang dimaksud larangan para salaf dalam berdebat adalah yang dilakukan oleh

– orang yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan perdebatan (kurang ilmu dan lain-lain)

– atau perdebatan yang tidak mendatangkan kemaslahatan yang pasti;

– berdebat dengan orang yang tidak menginginkan kebenaran,

– serta berdebat untuk saling unjuk kebolehan dan saling mengalahkan yang berujung dengan ujub (bangga diri) dan kesombongan.

“Ya Allah jauhkanlah kami dari jidal, dan anugerahkan pada kami istiqomah. Janganlah Engkau simpangkan hati kami setelah engkau memberi hidayah pada kami. Aamiin.”


HADIS TANDA AKHIR ZAMAN

al-quran

 

HIMPUNAN HADIS TANDA KIAMAT & AKHIR ZAMAN

Mari muhasabah jika masih ada dari lebih 40 hadis dibawah ini yang belum berlaku lagi saat ini. Jika sudah sempurna semuanya maka itu tandanya kegemilangan Islam sudah luput dari kita. Carilah kepastian, jangan kita bersangka-sangka dan berangan-angan lagi dalam soal iman dan Islam.

Tidak guna lagi kita membangga diri dengan keislaman kita yang berdasarkan sangka-sangka, kerana semua itu sudah luput dari kita. Kita perlu bersihkan tanah dari segala pohon reput dan buah fikiran yang tidak berguna, yang pernah tumbuh dalam dada kita dan kita harus cari semula benih yang terbaik dan lakukan penanaman semula. QS;14/24-27.

 

1. BANYAK PERSELISIHAN– GIGITLAH SUNNAH DENGAN GERAHAM

Daripada Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. berkata, “Telah menasihati kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan menitiskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah pesanan kepada kami.” Lalu baginda pun bersabda,

“Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat sekalipun yang memimpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya daripada kamu pasti ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (mendapat hidayah) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat.” – H.R. Abu Daud dan Tirmizi

2. UMAT MUSNAH BILA KEJAHATAN TERLALU BANYAK

Daripada Ummul Mu’minin, Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah saw.) berkata,

” (Pada suatu hari) Rasulullah saw. masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cernas sambil bersabda, LA ILAHA ILLALLAH, celaka bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dari dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”, dan Baginda menemukan ujung jari dan ujung jari yang sebe!ahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyararkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: “Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan di kalangan kami masih ada orang¬orang yang soleh?” Lalu Nabi saw. bersabda “Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak”. – H.R. Bukhari Muslim

3. UMAT ISLAM RAMAI TAPI TIDAK DIGERUNI – TERTINDAS, DIRATAH DUNIA

Daripada Tsauban r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni bekas hidangan mereka” Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab “Bahkan kamu pada hari itu terlalu ramai, tetapi kamu umpama buih pada masa banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu daripada hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya “Apakah ‘wahan’ itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud)

4. ULAMAK MATI, ILMU AGAMA HILANG, FATWA DIKELUARKAN OLEH SI JAHIL

Daripada Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,

“Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” – H.R. Muslim

5. BUDAYA BARAT TAJAAN YAHUDI & NASRANI JADI IKUTAN UMAT ISLAM

Daripada Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata, Bahawasanya Rasulullah saw. bersabda,

“Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang kau maksudkan?” Nabi saw. menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”. (H.R. Muslim)

6. GOLONGAN ANTI HADITH

Daripada Miqdam bin Ma’dikariba r.a. Beliau berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda

“Hampir tiba suatu zaman di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kursi/katil kemegahannya, lalu disampaikan kepadanya sebuah hadis dari hadisku lalu dia berkata,

“Pegangan kami dan kamu hanyalah kitab Allah sahaja. Apa yang dihalalkan oleh Al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan” (Kemudian Nabi SAW melanjutkan sabdanya) “Padahal apa yang diharamkan Rasulullah SAW itu samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan Allah SWT” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

7. GOLONGAN YANG SENTIASA MENANG

Daripada Mughirah bin Syu’ bah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sentiasa di kalangan kamu ada golongan yang berjaya (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka sentiasa berjaya”.- (H.R. Bukhari)

8. BERULANGNYA PENYAKIT UMAT TERDAHULU YANG MEMUSNAHKAN

Daripada Abu Hurairah r.a. Katanya, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Umatku akan ditimpa penyakit -penyakit yang pernah menimpa umat-umat terdahulu” Sahabat bertanya “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi SAW menjawab “Penyakit-penyakit itu adalah, 1.Terlalu seronok/sombong, 2.Terlalu mewah, 3.Mengumpulkan harta sebanyak mungkin, 4.Tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, 5.Saling memarahi, 6.Dengki-mendengki/saling menghasut sehingga menjadi zalim menzalimi” (HR Hakim)

9. ISLAM KEMBALI DAGANG & TERASING

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw, “Islam mula tersebar dalam keadaan dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang­ orang yang asing”.- H.R. Muslim

HADIS PENUHNYA,

“Sesungguhnya dien (agama) itu awalnya terasing (ghoriban), dan dia akan kembali terasing. Maka beruntunglah orang yang mengembalikan apa yang terasing itu, apa sahaja yang telah dirosak manusia selepas ketiadaan aku, dari sunnahku”

10. KEMEWAHAN RUMAH, BANYAK PERSALINAN & HIDANGAN MEMUSNAHKAN

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. Dan tidak ada di badannya kecuali hanya selembar selendang yang bertampal dengan kulit. Tatkala Rasulullah SAW melihat kepadanya. Baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekah dahulu, dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekah). Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu hari nanti, (kamu mewah) pergi pada waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi pada waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan apabila diberikan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghiasi langsir) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Kaabah?”

Maka jawab sahabat, “Wahai Rasulullah, tentunya keadaan kami pada waktu itu lebih baik daripada keadaan kami pada hari ini. Kami akan hanya memberikan perhatian sepenuhnya kepada masalah ibadat sahaja dan tidak bersusah payah lagi untuk mencari rezeki” Lalu Nabi SAW bersabda “TIDAK! Keadaan kamu hari ini (ketika sempit) adalah lebih baik daripada keadaan kamu pada hari itu” (HR Tirmizi)

11. UMAT ISLAM MEMUSNAHKAN ORANG ORANG YAHUDI

Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda,

“Tidaklah akan berlaku qiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di sebalik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, “Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah!.. Dan bunuhlah ia!”, kecuali pohon gharqad (semacam pohon yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)”. (H.R. Bukhari Muslim)

12. HILANG SIFAT AMANAH & KEIMANAN PADA PEKERJA DAN PENIAGA

Daripada Huzaifah bin AI-Yaman r.a. katanya, “Rasulullah saw. pernah memberitahu kami dua buah hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya.

Rasulullah saw. memberitahu bahawasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang yang tertentu. Kemudian turunlah al­Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al-Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah.

Selanjutnya Rasulullah saw. menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, Ialu beliau bersabda, “Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan sahaja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (mengelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gillingkan dengan kaki mu, kemudian mengelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa”. Ketika Rasulullah saw. menceritakan hadis ini beliau mengambil sebiji batu kecil (batu kerikil) Ialu menggilingkannya dengan kakinya.

“Kemudian berpagi-pagi (jadiIah) orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada ada seorang juga pun yang suka menunaikan amanah, sampai dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan, “Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah pula cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.”

“Maka sesungguhnya telah sampai masanya saya pun tidak memperdulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual beli). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanyalah yang akan mengembalikan kepada ku (maksudnya agamanyalah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepada ku (maksudnya jika dia seorang Nasrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan / pemerintahlah yang dapat menbantu aku untuk mendapatkan semua hak-hak ku daripadanya.) Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu sahaja)”. (H.R. Bukhari Muslim)

VERSI RINGKAS HADIS

Daripada Huzaifah bin Al-Yaman r.a. Katanya, …”Kemudian jadilah orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada seorang pun yang suka menunaikan amanah, sehingga dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan “Alangkah tekunnya dia dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.” (HR Bukhari & Muslim)

13. ORANG BAIK BERKURANG, ORANG JAHAT BERTAMBAH, ANAK MENJADI MUSUH

Dari Aisyah r.a. Dia berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapanya), hujan akan menjadi panas, akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan orang tua, dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik” (HR Thabrani)

14. KUFUR & BINASA KERANA MENGIKUTI KEHENDAK ORANG LAIN

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda,

” Akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pendapatannya tidak diperolehi kecuali dengan perkara yang membabitkan kemurkaan Allah swt.

Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berpunca dari menepati kehendak isteri dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kaum keluarganya atau dari menepati kehendak jirannya”.

Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw., apakah maksud perkataan engkau itu ?” Nabi saw. menjawab, “Mereka akan mencela dan mengaibkannya dengan kesempitan hidupnya. Maka dari kerana itu ia terpaksa melayan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya dijurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya”.(H.R. Baihaqi)

15. TIDAK CIUM BAU SYURGA PENGUASA YANG GANAS & WANITA GEDIK

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cambuk/cemeti bagaikan ekor Iembu yang digunakan untuk memukul orang.

Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang­ lenggok waktu berjalan, menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul) bagaikan bonggol unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya haruman syurga itu akan terhidu dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya”.(H.R. Muslim)

16. ORANG TAK PEDULIKAN HALAL HARAM SUMBER HARTANYA

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw,

“Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram”.(H.R. Muslim)

17. SEMUA MAKANAN & HARTA MELIBATKAN RIBA’

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan/memiliki harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”. (H.R. Ibnu Majah)

18. KERA & BABI – PERANAN ARTIS & MUZIK, KHAMAR DIUBAH NAMA

Daripada Abu Malik Al-Asy’ari r.a. bahawasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya akan ada sebahagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. Sambil diiringi dengan alunan muzik dan suara biduanita (artis). Allah SWT akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan Allah SWT akan mengubah mereka menjadi kera atau babi” (HR Ibnu Majah)

19. ILMU KURANG, JAHIL LEBIH, ZINA BANYAK, 1 RIJAL URUS 50 NISA’.

Dari Anas r.a. Beliau berkata “Aku akan menceritakan kepada kamu sebuah Hadis yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Di antara tanda kiamat ialah sedikit ilmu, banyak kejahilan, banyak perzinaan, banyak kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki, sehingga nanti seorang lelaki akan mengurus lima puluh orang perempuan” (HR Bukhari Muslim)

20. HAMBA MELAHIRKAN TUAN, SIMISKIN SIBUK MEMBINA BANGUNAN

Daripada Umar bin al-Khattab r.a. (dalam sebuah hadis yang panjang), “…kemudian Jibrail bertanya kepada Rasulullah SAW ” Maka khabarkan kepadaku tentang hari kiamat?” Lalu Nabi SAW menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya” Maka Jibrail berkata “Kalau begitu cuba khabarkan kepadaku tanda-tandanya” maka Nabi SAW menjawab,

“Bahawa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya menggembala kambing itu berlumba-lumba untuk membuat binaan” (Riwayat Muslim)

21. AHLI IBADAT YANG JAHIL DAN ULAMA YANG FASIQ

Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq”.(H.R. Ibnu Ady)

22. MEMEGANG AGAMA SEPERTI MEMEGANG BARA API

Daripada Anas r.a. bekata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api”. – (H.R. Tarmizi)

23. GOLONGAN RUWAIBIDHAH CUBA MENEGUR PENDUSTA DAN PENGKHIANAT

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan (ada meriwayatkan tandus/kemarau). Pada waktu itu si pendusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Pengkhianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang berbicara (cuba membetulkan) hanyalah golongan “Ruwaibidhah”. Sahabat bertanya “Apakah RUWAIBIDHAH itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Orang yang kerdil hina, dan tidak mengetahui bagaimana hendak mengurus orang yang ramai” (HR Ibnu Majah)

24. AL-HAJR – PEPERANGAN DEMI PEPERANGAN

Daripada Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah SAW bersabda “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga harta benda melimpah ruah dan timbul banyak fitnah dan sering terjadi “al-Harj”. Sahabat bertanya “Apakah AL-HARJ itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Peperangan, peperangan, peperangan” Beliau ucapkannya tiga kali. (HR Ibnu Majah)

25. MASA AKAN MENJADI SINGKAT

Daripada Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; “Tidak akan terjadi qiamat sehingga masa menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan/jilatan api”. (H.R.Termizi)

26. MUNCULNYA GALIAN YANG DIURUS OLEH ORANG JAHAT

Daripada Ibnu Omar r.a. Beliau berkata “Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah SAW sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari lombong (galian) mereka. Maka sahabat berkata “Wahai Rasulullah! Emas ini adalah hasil galian kita” Lalu Nabi SAW menjawab “Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian, dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat ” (HR Baihaqi)

27. TANAH ARAB YANG TANDUS MENJADI LEMBAH YANG SUBUR

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw.; “Tidak akan terjadi qiamat sehinggalah Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai”. (H.R.Muslim)

28. PAGI BERIMAN PETANG KAFIR, JUAL AGAMA DENGAN HARTA DUNIA

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman pada waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau seseorang yang masih beriman pada waktu petang, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia” (HR Muslim)

29. KELEBIHAN IBADAT DISAAT-SAAT HURU HARA

Daripada Ma’qil bin Yasar ra. berkata Rasulullah bersabda:” Beribadat di saat-saat huru hara (dunia kacau bilau) adalah seperti berhijrah kepadaku”. (H.R.Muslim)

30. PERANG DI SUNGAI FURAT (IRAQ) KERANA MEREBUT KEKAYAAN

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh kerana merebutnya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan daripada seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata “Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu”

Di dalam riwayat lain disebutkan “Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa sahaja yang hadir di situ janganlah dia mengambil sesuatu pun dari harta tersebut” (HR Bukhari Muslim)
[Ada pihak yang menyatakan bahawa perkataan emas di dalam Hadis ini sebenarnya petroleum]

31. TIADA IMAM UNTUK SEMBAHYANG BERJEMAAH

Daripada Salamah binti al-Hurr r.a. Beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu zaman, pada waktu itu orang banyak berdiri tegak beberapa lama, kerana mereka tidak mendapatkan orang yang dapat mengimami mereka solat” (HR Ibnu Majah)

32. ULAMA YANG FASIH & FASIQ TIDAK DIPEDULIKAN

Daripada Sahl bin Saad as-Sa ‘idi r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Ya Allah! Janganlah Engkau menemukan aku dan mudah-mudahan kamu juga tidak bertemu dengan suatu zaman di mana para ULAMA sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang PENYANTUN sudah tidak dihiraukan lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (FASIQ), lidah mereka seperti lidah orang Arab (FASIH)” (HR Ahmad)

33. ISLAM TINGGAL NAMA, ULAMAKNYA JAHAT, MASJID INDAH TAPI HAMBAR

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.;

“Akan datang suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisan/adat resamnya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah/petunjuk. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali”.(H.R al-Baihaqi)

34. ISLAM MACAM PAKAIAN LUSUH, AL QURAN & ILMU DIHILANGKAN

Daripada Huzaifah bin al-Yaman r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda;

“Islam akan luntur seperti lusuhnya corak pakaian, sehingga orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan PUASA, dan apa yang dimaksudkan dengan SOLAT dan apa yang dimaksudkan dengan SUSUK (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan SEDEKAH. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada suatu malam sahaja, maka tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat.

Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, di antaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, “Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga”.

Maka berkata Shilah (perawi hadis daripada Huzaifah), “Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan sembahyang, puasa, nusuk, dan sedekah”? Maka Huzaifah memalingkan muka daripadanya. Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, “Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka” (HUZAIFAH memperkatakan jawapan yang bertentangan dengan SHILAH itu tiga kali).

VERSI RINGKAS

“Islam akan lenyap seperti hilangnya corak pada pakaian, sehingga orang tidak mengerti apakah yang dimaksudkan dengan puasa, apakah yang dimaksudkan dengan solat, apakah yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadah), dan apakah yang dimaksudkan dengan sedekah. Al-Quran akan hilang semuanya pada suatu malam sahaja, maka tidak ada yang tertinggal di permukaan bumi ini darinya walaupun hanya satu ayat. Sesungguhnya yang ada hanya beberapa kelompok manusia, di antaranya orang tua, lelaki dan perempuan. Mereka hanya dapat berkata, Kami sempat menemui nenek moyang kami mengucapkan kalimat LAILAHAILLALLAH, lalu kami pun mengucapkannya juga” (HR Ibnu Majah)

35. LIMA BELAS FENOMENA AKHIR ZAMAN YANG MENYEBABKAN BALA

Hadis yang diriwayatkan oleh imam Tirmizi daripada Sayyidina Ali Maksudnya : ” Apabila umatku telah membuat 15 perkara maka BALA pasti akan turun kepada mereka. Lalu ditanya tentang apakah itu wahai Rasulullah? Jawab baginda :

[1] Apabila hasil kekayaan negara hanya beredar di kalangan golongan tertentu sahaja
[2] Apabila amanah dijadikan suatu sumber dalam mengaut keuntungan
[3] Zakat dijadikan hutang (bertangguh atau mengelak)
[4] Suami menurut sahaja kehendak isteri
[5] Anak derhaka terhadap ibunya
[6] Anak terlalu mementingkan kawannya
[7] Anak menjauhkan diri daripada bapanya
[8] Suara sudah ditinggikan dalam masjid
[9] Yang menjadi pemimpin di kalangan mereka ialah orang yang paling hina dari kalangan mereka
[10] Seseorang itu dipandang tinggi kerana ditakuti kejahatannya
[11] Arak sudah diminum secara terang-terangan di merata tempat
[12] Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki)
[13] Para artis disanjung tinggi
[14] Muzik (hiburan) banyak dimainkan
[15] Generasi akhir umat ini melaknat/menyalahkan generasi pertama (para sahabat)

36. LIMA MAKSIAT YANG DISEGERAKAN BALASANNYA

H.R Ibnu Majah, Daripada Ibnu Omar r.a. berkata: Berhadap/dipan Rasulullah saw. kepada kami kemudian beliau bersabda; “Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah dibalakan dengannya (telah mengerjakannya), maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara itu ialah:

1)    Tiada terzahir perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.

2)    Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pepimpin mereka.

3)    Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tiada ada binatang tentu mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.

4)    Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.

5)    Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri “.

37. TERJADI KEHANCURAN BILA AMANAH DISIA SIAKAN

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: “Pada suatu masa ketika Nabi saw. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw., “Bilakah akan terjadi hari qiamat?”. Maka Nabi saw. tetap meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, “Baginda mendengar apa yang ditanyakan, tetapi soalan itu tidak disukainya”. Sementara yang lain pula berkata, “Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu”. Sehingga apabila Nabi saw. selesai dari percakapannya beliau bersabda, “Di mana orang yang bertanya tentang hari qiamat tadi ?” Lalu Arab Badwi itu menyahut, “Ya! Saya hai Rasulullah”. Maka Nabi saw. bersabda,

“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari qiamat”. Arab Badwi ini bertanya pula, “Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu”? Nabi saw. menjawab, “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari qiamat”. (H.R Bukhari)

38. BERMEGAH-MEGAH DENGAN MASJID

Dari Anas bin Malik r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari Kiamat sehingga umatku bermegah-megah dengan bangunan masjid” (HR Abu Daud)

 

39. FITNAH AKIBAT BERLAKUN ZUHUD, MENGGADAIKAN AGAMA KERANA DUNIA

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud) untuk mendapat simpati orang ramai, dan perkataan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala. Allah SWT berfirman kepada mereka “Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepadaKu? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung” (HR Tirmizi)

40. UMAT BERPECAH 73, YANG SELAMAT IALAH ASWJ

Daripada ‘Auf bin Malik r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Umat Yahudi telah berpecah-belah menjadi 71 golongan, maka hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga dan yang 70 akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga. Demi Tuhan yang diriku di dalam kekuasaanNya, umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan 72 akan masuk neraka. Sahabat bertanya “Golongan mana yang selamat?” Nabi SAW menjawab “Mereka adalah berjemaah (Ahlus Sunnah Wal Jamaah)” (HR Ibnu Majah)

41. LAHIRNYA MUHAMAD KE 2 ATAU IMAM MAHADI

Daripada Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan hilang (qiamat) sehinggalah bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki daripada keluarga ku yang namanya sama dengan namaku”. – H.R Termizi

42. SEPULUH TANDA-TANDA KIAMAT YANG BESAR

Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. Lalu Nabi saw. bersabda:

“Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya (barat), turunnya Isa bin Maryam a.s., Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. (H.R Muslimi)

43. ORANG YANG ROSAK MENGATAKAN ORANG LAIN ROSAK
Daripada Abu Hurairah r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Jika ada seseorang berkata, ramai orang telah rosak, maka orang yang berkata itu sendiri yang paling rosak di antara mereka” (HR Muslim)

 

– TAMAT –

40 Hadith tentang Peristiwa Akhir Zaman ini dipetik dari buku yang telah di susun oleh Abu Ali Al Banjari An Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam) untuk renungan kita bersama. Isi kandung himpunan hadis ini di sedut dari http://www14.brinkster.com. Insya’allah dengan berkat keinsafan kita, dapat kita mengambil iktibar dengan kejadian masa kini, mudah-mudahan ia membawa petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa.

Warga Prihatin

Perumpamaan Lalat Dalam Pengurusan Organisasi

00 lalat
PERUMPAMAAN LALAT DALAM PENGURUSAN ORGANISASISelagi kita hidup, kita cuma ada dua pilihan. Pertama ialah hidup dengan sumber wahyu Allah yang segar lagi menyegarkan, sejahtera lagi mensejahterakan serta tenang lagi menenangkan. Pilihan kedua ialah bersumberkan regim (fahaman jahat) syaitan yang sesat lagi menyesatkan, resah lagi meresahkan dan panas lagi memanaskan. Jika anda tidak bertakwuz dari regim syaitan, maka jangan harap anda akan mendapat hidayah Allah.

QS: 16. An Nahl 98. “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan DENGAN ALLAH dari REGIM SYAITAN”.

Merujuk kepada pengalaman Pengurusan Tabiat Organisasi (Organizational Behavioral Management – OBM) suka kami kongsikan beberapa cabaran di dalamnya. Antaranya ialah bagaimana tabiat ahli sesebuah organisasi yang mampu menggugat keutuhan organisasi tersebut. Tabiat yang ingin kami kaitkan ini ada kaitan dengan perumpamaan lalat dan nyamuk yang telah Allah nukilkan dalam alquran dengan unik sekali.

Sebelum ini telah kami rencanakan tabiat hebat jemaah lebah dan tabiat buruk labah-labah (laba-laba). Kali ini ingin kami huraikan tabiat lalat pula. Jika alquran diturunkan untuk memperbaiki akhlak, tentunya segala maklumat dan petunjuk yang telah Allah nukilkan dalam quran adalah terkait dengan pedoman memperbaiki akhlak, termasuklah perumpamaan yang telah Allah berikan tentang lalat ini.

http://prihatin.net.my/2013/12/18/mengapa-kita-menganut-islam/

http://prihatin.net.my/2013/08/26/jihad-dengan-al-quran-bahagian-4-jihad-ilmu-lebih-utama-dari-bertumpah-darah/

TABIAT LALAT DAN PELAJARANNYA DALAM PENGURUSAN ORGANISASI

Lalat dikenalpasti sebagai serangga yang memudaratkan. Ia suka kepada segala benda yang busuk, hanyir dan berbau. Ia bergerak secara berjemaah dan membiak dengan cepat melalui telur dan ulat (maggot) yang turut memudaratkan atau merosak sumber yang di hurungnya.

Seperti ilustrasi gambar hiasan, anda dapat lihat jika lalat menghurung luka atau kudis, ia akan bertelur dan menjadikan kudis itu berulat (maggot wound). Jika ia hinggap pada buah, terutamanya yang berair (juicy) ia akan menyebabkan buah itu busuk. Jika ia hurung bunga sekalipun, akan menjadikan bunga yang indah itu menjadi bertompok-tompok dan huduh. Jika lalat hinggap pada makanan, ia akan jadi kotor dan berpenyakit.

Dari segi rumah, lalat hidup berkeliaran tanpa sarang atau rumah. Ia berbeza dari tabiah lebah yang membina rapi srangnya maupun labah-labah yang berumah dalam sarang perangkap mangsanya.

Sebagai manusia, perumpamaan ini terkait dengan perangai individu yang bersatu dengan tabiat lalat ini tidak bijak memilih sumber kehidupan. Jika sifat pemurahnya Allah kepada kita ialah atas dasar pemberian wahyu dan hidayah, maka sumber yang terkait dengan sifat lalat ini ialah sumber ilmu dan berita/hujjah. Kerana itu ayat ini dimusyhafkan dalam surah Haji (Hujjah).

Ringkasnya, orang yang tidak bijak akan suka menghurung berita/hujjah yang busuk dan tidak keruan. Mereka ini turut membawa mulut dan bertelur merata untuk membiakkan komuniti sepertinya. Jenis ahli seperti ini akan merosakkan organisasi.

Ada pula tabiat ahli yang suka mencetuskan sesuatu berita yang busuk dan hanyir untuk memanggil manusia lalat. Berita sebegini adalah satu kefasikan yang tidak berasas. Pencetus itu sendiri tahu pasti bahawa dia sedang melakukan kejahatan dan kedengkian. Mereka tahu yang usaha mereka tidak boleh pergi jauh dan satu hari pasti kefasikan dan kerja bodoh mereka akan diketahui umum, namun dilakukan juga demi mengikuti hawa nafsu jahat mereka.

Itulah penyakit hati yang telah menjadi darah daging seorang manusia yang malang. Tabiat perosak sesebuah organisasi ini dipanggil WASWIS (pembicaraan rahsia) mengikut bahasa alquran.

“Sesungguhnya PEMBICARAAN RAHSIA ITU ADALAH DARI SYAITAN, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal” – QS 58 Al-Mujaadilah (wanita yang menggugat): ayat10.

Bagaimana caranya Allah tidak mengizinkan tabiat WASWIS ibarat lalat dan nyamuk ini merosak orang yang beriman? Iaitu dengan memesan orang mukmin agar bertakwuz, menolak fahaman jahat dan merahmati mereka dengan rahmat hidayah yang sangat indah dan meyakinkan.

BAGAIMANA MENGELAKKAN GEJALA LALAT

Secara muhkamat, kita boleh menghalau lalat dengan cara membersihkan kawasan atau persekitaran kita dari segala bahan atau benda yang busuk dan hanyir yang dikenal pasti menarik perhatian lalat. Keduanya kita boleh bunuh terus lalat-lalat itu dengan penyembur lalat atau membuat jaringan bagi menyekat kehadiran lalat itu sendiri.

Secara mutasyabihat dalam pengurusan sesebuah organisasi, kita harus sentiasa memerhati dan mengenalpasti serta membersihkan organisasi kita dari pencetus kerosakan ini. Keduanya, kita singkirkan mereka yang tidak berprinsip dan terus terusan suka berjemaah dengan komuniti lalat ini.

Telah Allah jelaskan bahawa orang yang berakal dan bersih hatinya pasti boleh mengenal unsur fitnah yang Allah ibaratkan sebagai memakan daging saudara yang sudah busuk ini. Selaku ketua atau penanggungjawab organisasi anda harus tegas dan berani bertindak tanpa kompromi dengan kedua dua golongan ini. SAMA sahaja bahayanya bahan yang busuk yang menjadi tarikan lalat atau lalat yang menghurung itu sendiri.

Inilah nasihat yang kami berikan apabila kami dirujuk untuk menangani masalah perpecahan sesebuah organisasi yang berpunca dari tabiat gossip, fitnah dan WASWIS yang meruntuhkan ini.

Perhatikan beberapa ayat dari Surah 47 Muhammad (Golongan Terpuji) ini.

29. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka ?

30. Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.

31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan hal ihwalmu.

35. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.

36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

KESIMPULAN:

Dari sudut agama, ini hanya sedikit dari begitu banyak ayat ayat Allah yang menegaskan betapa kita harus bijak menilai ilmu/berita/maklumat dan pembawanya. Tidak susah untuk menilai kebenaran dan ketulinan ilmu/berita jika hati kita bersih dan sungguh-sungguh ingin mendekatkan diri kepada Allah. Selama ini kita tidak kenal Dajjal dan Syaitan, kerana itu kita gagal menjauhinya bahkan suka berkawan dengannya. Tidaklah Nabi katakan yang Dajjal itu boleh masuk ke rumah-rumah kita jika tidak kerana kejahilan kita mengenali tabiatnya.

Jadilah lebah yang bijak memilih sumber, tidak merosak bunga, membantu pendebungaan, bekerja dengan mematuhi aturan dan arahan ratu/ketua. Lebah cermat memainkan peranan masing-masing, bekerja untuk jemaah dan secara berjemaah, menghasilkan madu yang berhasiat, memberi tenaga dan menyembuhkan pelbagai penyakit.

Janganlah kita jadi seperti lalat yang menyukai benda busuk dan hanyir, menghurung apa sahaja sumber busuk tanpa usul periksa. Lalat bertelur merata-rata menghasilkan ulat yang merosak substance / sumber dengan liurnya.

Jangan juga jadi seperti laba-laba yang bersifat individualistik. Memerangkap mangsa dengan jaringnya, semata-mata untuk santapan peribadi dengan menyedut mangsa tanpa merubah bentuk asalnya. Licik dan rakus sungguh tabiat laba-laba.

Binalah Keutuhan Rumah tangga atau organisasi dengan pautan SATU DAHAN yang kukuh seperti lebah. BERJEMAAH dengan patuh dan teratur mengikut aturan pengatur/sang ratu dalam gerak kerja mencari sumber madu dari bunga yang indah dan murni.

Janganlah tiru struktur rumah labah-labah yang terdedah dan berserabut lemah. Rumah yang hanya berfungsi memerangkap dengan binaan jaringan yang memaut lemah apa saja dahan dan ranting di sekitarnya. Rumah laba-laba ini bersifat sementara sahaja, lepas dapat makanan ia suka-suka berpindah dan membuat perangkap baru pula.

Paling penting sekali ialah pesanan agar tidak sekali-kali mengikut perangai lalat yang sentiasa berkeliaran TANPA RUMAH. Tiada sumber ilmu dan hidayah yang bertunjangkan siyyasah.

Selamat Tahun Baru 2014 dari kami.

Perkongsian Santai OBM
WARGA PRIHATIN