Category Archives: Sedekah – Siri Khusus

image_pdf

AMALAN BERTERUSAN ALLAHYARHAM HAJI TAMBY MELALUI ‘BRIYANI’NYA

AJAKAN PELABURAN BUSINESS AQIDAH.

RAHSIA DERITA DI SEBALIK MAJLIS TAHLIL, YAASIN & DOA SELAMAT

GILA-GILA : Bila Orang Gila Bertemu Orang Gila

KEWAJIBAN & DILEMA PENJAGAAN ANAK YATIM – PERKONGSIAN PENGALAMAN

Rujukan Firman dan Hadis tentang anak yatim

herdik - CopyANAK YATIM – RUJUKAN FIRMAN

QS;107. AL MAA´UUN: “Tahukah kamu orang yang mendustakan dengan agama?. Maka itulah orang yang menindas anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang solat. orang-orang yang lalai dari solatnya. Orang-orang yang riya’ dan menyelewengkan bantuan.”

QS;4. AN NISAA’ 127. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran, tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.

QS;4. AN NISAA’ 6. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas, maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan tergesa-gesa sebelum mereka dewasa. Barang siapa mampu, maka hendaklah ia menahan diri dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.

QS;89. AL FAJR 16-20: Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak, sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan, dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

QS;8. AL ANFAAL 41. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS;4. AN NISAA’ :5. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

QS;76. AL INSAAN 8-9: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula terima kasih.

QS;59. AL HASYR 7: Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada RasulNya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

QS;18. AL KAHFI 82. Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”

QS;17. AL ISRAA’ 34-35: Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama dan lebih baik akibatnya.

QS;6. AL AN’AAM 152. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia berkerabat, dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

QS; 4. AN NISAA’ 36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

QS;4. AN NISAA’ 8-10: Dan apabila sewaktu pembahagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.

QS;4. AN NISAA’ 2-3: Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan itu, adalah dosa yang besar. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

QS;2. AL BAQARAH

83. Dan, ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

220. tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta; dan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

215. Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

QS;93. ADH DHUHAA 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

 

BEBERAPA HADIS RASULULLAH SAW TENTANG ANAK YATIM:

Aku dan orang yang memelihara anak yatim adalah di dalam syurga seperti ini.” Sambil Baginda menunjuk dengan kedua jarinya -jari telunjuk dan jari tengah (yang dirapatkannya), umpama rapatnya jari telunjuk dengan jari tengah, duduk bersama-sama Nabi di dalam syurga”. (Dari Sahl bin Saad r.a HR: Al- Bukhari).

Demi yang mengutus aku dengan hak, ALLAH tidak akan menyeksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya…”  (HR: At-Tabhrani)

Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapa yang penyayang.” (dari Daud ‘a.s., Hadis Riwayat Bukhari)

Barang siapa yang mengikut-sertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk syurga.” (Hadis Riwayat Abu Ya’la dan Thabrani, Sahih At Targhib, Al-Albani)

Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi S.A.W. mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan keperluanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, nescaya hatimu menjadi lunak dan keperluanmu akan terpenuhi.” (Diriwayatkan oleh Abu Darda’ r.a HR: Thabrani, Targhib, Al Albaniy : 254)

Engkau melihat orang-orang beriman itu dalam hal kasih sayang dan saling mencintai di antara mereka, adalah seperti satu tubuh, jika ada satu organ yang mengeluh (sakit), maka seluruh tubuh akan merasakan sakit dengan tidak tidur dan panas.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Aku dan seorang wanita yang pipinya kempot dan wajahnya pucat bersama-sama pada hari kiamat seperti ini (Nabi Saw menunjuk jari telunjuk dan jari tengah). Wanita itu ditinggal wafat suaminya dan tidak mau kawin lagi. Dia seorang yang berkedudukan terhormat dan cantik namun dia mengurung dirinya untuk menekuni asuhan anak-anaknya yang yatim sampai mereka kawin (berkeluarga dan berumah tangga) atau mereka wafat.” (Hadis Riwayat Abu Dawud dan Ahmad)

Harta-benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh.” (Hadis Riwayat Abu Ya’la dan Abu Hanifah)

Tidak disebut lagi anak yatim bila sudah baligh”. (Hadis Abu Hanifah)

Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyeksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang memerlukankan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya kelak pada hari kiamat”. (Hadis Riwayat Ath-Thabrani)

Barangsiapa menjadi wali atas harta anak yatim hendaklah diperkembangkan (diperdagangkan) dan jangan dibiarkan harta itu susut karena dimakan sedekah (zakat).”(Hadis Riwayat al-Baihaqi)

 

PENINGKATAN DARJAT MAQOM FAKIR YANG TIDAK MISKIN

Wasiat Ayah buat anak-anak RPWP

CHARITY & DONATION (SODAQOH) – WHICH ONE IS MORE ISLAMIC

1519002_10152776715782786_5274907075745876159_o

ENGLISH VERSION

CHARITY & DONATION (SODAQOH) – WHICH IS MORE ISLAMIC?

Yesterday afternoon, one of RPWP co-founders attended a talk in Johor Bahru. He had a long chat in his flight about the modus operandi of RPWP with the passenger beside him, a ‘somebody’. He is a man who is deeply concerned and active in charitable and volunteer activities.

He expressed his frustration over Muslim charity compared to the one conducted by Rotary & Lions Club. This issue had come across our minds for quite a while and we were a bit surprised that the same thing came out from his mouth. Perhaps this is a bit controversial if you only read this article up to this paragraph.

COMPARISON BETWEEN ISLAM AND ISLAMIC

We would like to give all our loyal readers points to ponder. In many articles that we wrote, many commented the ordeal of charity fraud. The media relentlessly exposed the same thing and we ourselves had many experiences over this matter. You might also have read the blatant cases of misused under ‘charitable & donations’ cause that afflict our children recently.

http://prihatin.net.my/2013/12/23/kisah-benar-hakikat-mengherdik-anak-yatim/?lang=en
Islam is the best and ‘all thing that is good, is Islam (safe and prosperous)’. The fact that this ‘somebody’ mentioned is about how in a Muslim charity, if someone donated RM100, only RM10 will reach the people that really need help. The rest of it was ‘accidentally’ spent along the way.

A simple example is the collection of the sedekah/zakat itself. Major portion of it will become the commission to the one who collect the sedekah/zakat. The rates are quite absurd, nothing like the concept of ‘AMIL’ that Prophet Muhammad p.u.b.h recommended (read at the end of this article). That alone does not yet include the administrative costs, which are very high, such as the employment of thousands of workers, buildings maintenance, building new offices, advertising fees and all other activities that need capital.

Then he compared the scenario above with what take place in the Rotary & Lions Club. They gathered professional & leaders of companies and organizations in it.

WHY THEY CHOOSE THE THIS GROUP OF PEOPLE?

Actually, this group of people already lived in adequacy. They have for their own use a sufficient fund. They do not need a commission or reward for doing a fundraising and charity work. They are people who we can really call as the real volunteers. They have understood the real value of carrying out volunteer work by their heart and it is not something to be sneezed at. If not, their membership may be reviewed.

Rotary & Lions Club membership is not easily opened for signing up. No membership without recommendation or sponsorship from an existing member. Not any Tom, Dick & Harry can join this organization. However they managed to collect a membership of 1.22 million people around the world and they are not the homeless people who live in uncertainty. They are on top of the social hierarchy in the world.

In the Rotary Club, networking is some sort of remuneration which is NOT MANDATORY. Yes, as a member, they can build network among themselves with a gathering every week. That’s the concept of “Friday prayer” for Muslims that we have pointed out before. If they are not active in volunteer work and just simply waiting to gain a profit from the built network, they will be removed immediately. That is for only knowing when to harvest but do not want to grow.

Compare this with our Islamic volunteers, how often do we meet? Did we use our own money or simply use the fund collected from others for the meeting? Rotary Club member may hold a meeting in a 5-star hotel, or maybe in an exclusive club, but they are doing that by spending their own money. It is not from the club funds designated for humanitarian aid.

Individuals in the plane who is from JB also stated his aggravation for only able to see but not able to change this scenario of Muslims charity. He dare say there are many assholes out there who just want to show off in the field without any central leadership that stand out (qowwam). There are clear examples of this in an international charity organization in the name of Islam which is based in Malaysia. Salaries of the director and their staffs are extremely high and they are using 100% of the funds donated by people to pay them.

Take an example, in the case of aid to Syria. Donations worth millions RM were used to buy needs which then were sent by ship and finally arrived when the expiration date has passed. There were items that were not yet expired but became useless because the intended recipients do not need them.

Let’s do a comparison side by side. Let say the cumulative aid to Syria is RM1 million. Then compare between purchasing the supply directly from our country and transferring the fund to neighboring countries with Syria and requested them to do the purchase. Which method is more cost saving in terms of money and time? Certainly the first method, especially as the cost of logistics and purchasing management were tremendously reduced. Just imagine how much can be saved especially if the direct purchasing does involve a malpractice. For example, purchasing something worth RM50, but the bill given stated that the purchase was worth RM100. This is for the sake of claiming the balance of RM50 for own pocket.
In Rotary Club the concept is “One dollar given, one dollar is up”. Between donor and beneficiary is only the volunteer who works without pay. In fact, they themselves provide the capital of their own welfare work. Because of this concept, they have no lust over the fund since portion of it came from their pocket as well.
Otherwise, in Muslim charity collection system, if it’s been given RM10, only RM1 might reach the intended recipients. We accept this FACT because we have a lot of experiences and we have the data regarding this. Why is it so? It is so since us HAVING NO ACTUAL volunteers. Many of our volunteers are being paid, with an addition of allowances and commissions, while working in a luxurious office. All of that were by using the charity fund and were not from our own pocket.
Many Islam volunteers today is not working as a real volunteer should be, but many (though not all) that we see received more than what they gave. Some of them are having problem securing a good job later joined the volunteer movements that give them an allowance for sustenance.

The purity of voluntarily act has gone. Non-Muslims do a volunteer work by themselves with direct involvement and they themselves contribute a lot for that cause. Contribution (Infaq) of 10% from total income is a system organized by Islam, but Non-Muslims are the one that committed to implement it. That is why they have a huge fund. We Muslims on our own are not willing to do it. Became a volunteer, been given allowances, but still have the guts to misuse the fund. How much longer are we able to withstand hearing and seeing this malpractice? Shameful enough is not it?
RPWP’S PRINCIPLES AND MODUS OPERANDI

In the flight, our REPRESENTATIVE took the opportunity to explain that Rotary Club’s concept is very similar to what we do at RPWP. We were founded using our own funds and assets that we collected as a whole. As of today, we are still with the same group of AROUND 20 PEOPLE that we called as the Co-Founder. We do not ask alms by force, but when people come to contribute, we always welcome and appreciate it because it is the outcome that we want to share to all. Regardless, we will continue with the concept of fasting, continuously being thrifty for the sake of the blessing. If a spoon of cement worth 10 cents was spilled, we will still pick it up. Nothing is put to waste.

To envisage the concept of SINCERITY which for us in principal is known as KHOLAS, the act of ALL OUT in doing something, we spent our assets and including ourselves to develop this ‘House’. Prior to the results of our effort come to fruition, we were like invisible to others and not known to the public until the 8th year of our establishment. Only then little by little the public saw what we have done. We keep doing our job continuously (Istiqomah) and lately, especially since the end of last year, public began to appreciate our efforts by giving alms, in a hope to share the ‘reward’ for accelerating the development of RPWP in rebuilding a religious practice through these kids.

Those who have come or always keep track of RPWP know that 100% of charity fund is used for the protection of ‘asnaf’s and orphans as contracted (aqad). We keep continuing our effort in a state of fasting and by spending sparingly. Public noticed the progress in RPWP day by day. That is a sign of their charities are a blessing and were blessed. Founders who spent all their assets also have been toiling for years. All expenses were determined in a meeting (syuro), there is no room for malpractice.

As to what was written in the Berita Harian newspaper on April 18th, 2014. At RPWP, all founders live in the same house, doing everything together, wear the same kind of clothes, eat the same food and ride in the same vehicle with the children. In addition to made a full contribution in terms of finance, they also act as ‘murobbi’ (regulator), managers and even drivers and construction workers for the House that they built up and still building it, together. Although they are called doctors, CEOs, entrepreneurs and university professors out there, the concept of genuine volunteers make them work every day since 2005 without a penny of salary from RPWP.

We fast from wealthy lifestyle even though each of us can afford to do so. We channel all takings from the fasting and used it for the development, health and education of the orphans and ‘asnaf’s. Some of the founders had to quit their job to serve full-time work at RPWP without pay. Nevertheless, they remain adequacy as they are, at the expense of funds from founders who are still in employment and doing business. Because of that, charity from the public is not deviate, 100% reach the intended recipients.

http://prihatin.net.my/2013/08/29/pengorbanan-impian-seorang-ayah/
All of that only happens if there is sincerity in becoming a volunteer and feel disgrace in using fund contributed by public. Do we like giving alms RM1000 but only RM100 reached the needy with so many missing in action along the way? In comparison with the concept of the Rotary Club, is Muslim charity far off better? Pat own chest, ask own faith.

Ethical leadership shown by the Prophet Muhammad and his companions are being practiced by Non-Muslims. They lived with ‘just enough’ concept with funding from BAITULMAL. Every time there was a balance from unspent personal allocation, they returned it at the end of the year. How many charity managers and national leaders of ours are able to do so?

http://prihatin.net.my/2013/12/18/pamplet-baru-bingkisan-kasih-dari-rpwp/
CONCLUSION

We at RPWP take example of best practices from Sunnah and best ethical of humanity regardless of religion and race. We believe all that is good is Islam and should be emulated. Otherwise all that is bad is not Islam and should be abandoned. If we are able to learn a lesson or two from them, why should we deny the benefits?

Hypocrisy and falsehood will be exposed in the end. It will not last long. It is impossible a misuse of RM 1.7 million worth donation to build a mosque can be hidden if the building is nowhere to be seen. People can value sincerity, transparency and truth on our effort. When people can see clearly that our attempt is on the right path, according to the will of Allah and the Sunnah, through our work, God willing, many will come forward and lend their hand unexpectedly.

That is the real meaning of Siddiq (true), witnessed by human (SYAHID/SYAHADAH) and then, each and everyone justifies with SODAQOH (alms). After that come the pleasure and satisfaction when altogether convey praise to Allah with HAMDALAH. Then only we can reach the satisfaction by saying SODAQO-ALLAH and SODAQO-RASULULLAH. It is not merely a blank utterance, but through EXECUTION AND RESULTS.

At the early stage of Islam, the Prophet Muhammad and his companions did not strive for the establishment of Islam using charity from the people. Prophet Muhammad, Saidina Umar, Saidina Osman, and Saidina Abu Bakar were all professionals and corporate leaders. They were not homeless. Instead they were wealthy and great people. The thing that separates them from most of us today was they were willing to channel their wealth for the development of Islam. On the other hand, most of us today are with no shame selling the name of Islam to gain great wealth.

It was after the unification of Medina, when Islam was already prominent, only then the contribution of funds poured in from the public (Ansar people). But it was all channeled towards the development of Islam, not for personal interest. That’s the concept of fasting. Individuals like Abu Bakar and the other companions could afford a wealthy lifestyle, instead they willingly opted to justify (act of ‘siddiq’) all their wealth with sedeqah. The entire property and energy delivered to support the Prophet Muhammad’s missionary.

The work done by Abu Bakar was an unpaid work and in addition it requires an investment from his own pocket. But today, we are expecting remuneration in any kind of forms when doing a voluntarily work. We are still fighting with each other over contracts of supplying breakfast for morning meeting.
At the same time, we still expecting ISLAM will be BACK TO ITS GLORY. Can it really happen? In reality, we still prefer to just sit down doing nothing and hoping that Islam will establish once again by itself. Do not expect things to go smoothly without we stand up and do something about it. Allah will never change our destiny unless we stand up and strive with determination.

Let us together fight for the glory of Islam for our children and grandchildren who will be living years ahead of us. If not now when will it be? If not us who will? Islam is high isn’t it? AL ISLAAMU YA’LU WALA YU’LA ALAIK..?

SHOULD WE JUST BEG AND HOPE FOR A LENDING HAND FROM A THIRD PARTY? DID NOT ALLAH STAND BY ITSELF? IS NOT IT WORTHY IF ISLAM IS ESTABLISHED WITH THE INDEPENDENCE OF THE FOLLOWERS?

WARGA PRIHATIN

Sains Sedekah 2 – Kaitan Sedekah Dengan Zakat Dan Infaq

00 SEDEKAH 2SAINS SEDEKAH 2 – KAITAN SEDEKAH DENGAN ZAKAT DAN INFAQ

TERLALU BANYAK KECELARUAN FATWA tentang ini. Ada yang mengatakan zakat itu adalah wajib, manakala INFAQ dan sedekah itu sunat. Zakat itu ada haul dan nisabnya, sedangkan INFAQ itu tidak. Zakat dikatakan tidak boleh diberi secara perseorangan kecuali kepada institusi yang ada mustahik tertentu yang cukup 8 asnaf sedangkan sedekah itu boleh dan berbagai-bagai lagi kecelaruan… dari dahulu hingga hari ini..!!!. Ada yang kata zakatkan dahulu, ada lebih zakat baru INFAQ dan berbagai-bagai telahan… Subhanallah, semuanya tonggang terbalik!!!

Kekaburan sirot (teori) ini telah menyusahkan sabil (praktikal) di kalangan ummat. Akhirnya usaha jihad ke arah sedekah zakat yang menjadi RUKUN ISLAM itu menjadi bercelaru. Mari kita tinggalkan dulu isi kitab dan pendapat ulamak yang saling bercanggah dan memeningkan itu. Mari dapatkan penjelasan langsung dari Allah melalui ketetapannya (al-kitab).

DALAM FALSAFAH SEDEKAH yang kami artikelkan semalam nampak jelas SEDEKAH adalah IBU SEGALA BAINAT (bukti) bahawa kita MEMBENARKAN (SIDDIQ) suruhan Allah dan rasul untuk membangun agama dan umatnya. Ia menjadi RUKUN (wajib) berupa satu pemberian atas dasar ingin MEMBENARKAN perintah sabil Allah. Sedekah boleh samada berbentuk dana atau sebarang kerja amal berupa perbuatan baik yang dipanggil amar makruf nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Secara mudahnya semua bentuk pemberian yang dinamakan dengan nama-nama yang berlainan itu adalah menjadi CABANG-CABANG SEDEKAH. Itulah sebabnya kami petik Sedekah sebagai item pertama untuk kami jelaskan dahulu.

UNTUK MEMAHAMI ARTIKEL INI, ANDA HARUS BACA DULU SIRI 1 SAINS SEDEKAH.
http://prihatin.net.my/2013/11/28/sains-sedekah-konflik-istilah-yang-menyusahkan-ibadah-ummah/

FALSAFAH ZAKAT

Zakat dalam sudut amalan SYARIAT adalah pecahan cabang ‘sedekah khusus’ yang BERBENTUK DANA (MALIAH). Sebenarnya dalam sudut istilah dan falsafah, setiap pemberian sedekah berbentuk dana adalah berfungsi sebagai zakat yang bermakna PENYUCIAN/MENYUCIKAN.

Dengan membayar zakat,

• Rezeki yang kita nafkahkan untuk keluarga kita sudah dibersihkan.
• Penyakit-penyakit hati seperti kikir, kedekut, tamak, riak dsb. boleh disucikan
• Rohani dilembutkan, jiwa jadi prihatin dan hati didekatkan kepada Allah.
• Akhlak disucikan – perbuatan keji seperti mencuri, menipu, rasuah dsb semakin dijauhkan.
• Akhlak murni ini bakal dilihat dan dicopy anak cucu untuk turut membentuk akhlak yang suci.
• Dana terkumpul menyucikan kemiskinan yang turut menurunkan kadar jenayah
• Dana terkumpul dapat membangun sarana dakwah dan sabilullah. Ini dapat membantu membangun ummah dan agama, mengharum dan menyucikan imej Islam dan nama Allah.

Mari kita lihat semula surah 9:103 yang menjelaskan kaitan sedekah (membenarkan) dengan zakat (penyucian) ini,

9:103. Ambillah daripada harta mereka itu SEDEKAH untuk membersihkan (toharoh) mereka, dan untuk menyucikan (ZAKAH) mereka dengannya, dan doakanlah (selawatkan) mereka; sesungguhnya salawat kamu adalah ketenangan bagi mereka; Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Ayat di atas menjelaskan bahawa sedekah HARTA itu adalah kaedah pembersihan dan penyucian hati kita, keluarga, bahkan terhadap harta itu sendiri. Walau bentuk apa pun harta itu, samada wang simpanan, emas perak, ternakan, hasil ladang dan sebagainya, pemberian itu akan dinilai dan dizakatkan dalam bentuk dana juga. Proses penyucian itulah dipanggil ZAKAT.

Bagaimana kami mengesahkan bahawa zakat wang dan harta itu adalah satu dari cabang sedekah? Bagaimana kami memansuhkan salah pendapat yang mengatakan zakat hanya boleh diberikan kepada 8 asnaf sedangkan sedekah boleh kepada siapa sahaja? lihat ayat berikut ini,

QS: 9/60: “SEDEKAH adalah untuk orang-orang FAKIR (1), dan orang-orang MISKIN(2), dan AMIL( orang yang mengurus/laksanakan zakat) (3), dan para MU’ALLAF di hatinya (4), dan untuk MEMERDEKAKAN budak(5), dan orang-orang yang BERHUTANG(6), dan untuk (biaya) SABIL Allah(7) dan untuk mereka yang sedang dalam JALAN SABIL yang diwajibkan Allah(8), dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Detail Surat At-Taubah  Ayat 60
إنما     sesungguhnya hanyalah
الصدقت     sedekah itu
للفقراء     1. UNTUK orang-orang fakir
والمسكين     2. DAN orang-orang miskin
والعملين     3. DAN ‘amil/pengurus
عليها     atasnya
والمؤلفة     4. DAN para muallaf
قلوبهم     dihati mereka
وفي     5. DAN pada
الرقاب     memerdekakan budak
والغرمين     6. DAN orang-orang yang berhutang
وفي     7. DAN untuk (biaya)
سبيل     jalan
الله     Allah
وابن     8. DAN golongan orang
السبيل     Yang dalam jalan sabil
فريضة     yang ditetapkan
من     dari /oleh
الله     Allah
والله     dan Allah
عليم     Maha Mengetahui
حكيم     Maha Bijaksana

Inilah yang menjelaskan bahawa zakat harta itu adalah satu dari cabang sedekah (gerakan membenar/siddiqkan Sabilullah). Ini jelas menolak khilaf tentang teori mustahik 8 asnaf.

Masalah yang timbul adalah kerana ramai penterjemah alquran sewenang-wenang mengubah kata SEDEKAH itu kepada ZAKAT. Ini berlaku hanya kerana mereka tidak dapat memahami KETERKAITAN ANTARA SEDEKAH DENGAN ZAKAT. Mereka hanya menggunapakai kefahaman dan amalan yang telah sekian lama khilaf dalam masyarakat untuk menterjemahkan ayat itu. IRONINYA al-quran pula yang terpaksa DIUBAHSUAI untuk mengikut amalan dan fahaman silap mereka. Terlalu banyak kes-kes kecelaruan yang menyebabkan ayat quran diubaisuai seperti ini, termasuklah kes mengubah doa iftitah (6:163).

ZAKAT PENDAPATAN – INFAQ

ZAKAT adalah SEDEKAH BERBENTUK HARTA (DANA). Ia adalah satu usaha untuk menyucikan harta, diri dan imej agama. INFAQ pula adalah salah satu dari CABANG ZAKAT (HARTA). Ia khusus untuk zakat pendapatan atau dalam bahasa modennya INFAQ adalah CUKAI PENDAPATAN.

Asal mula kata Infaq adalah dari kata ANFAQA yang artinya ‘mengeluarkan harta’ untuk kepentingan sesuatu. Secara istilah keagamaan, ketetapan INFAQ bererti mengeluarkan sebagian dari PENDAPATAN/REZEKI kita untuk kepentingan yang diperintahkan Islam. Ia terkait rapat dengan NAFKAH harian dan bulanan, bergantung kepada kekerapan kita menerima rezeki. Pembayar INFAQ dipanggil MUNFIQ.

INFAQ WAJIB DIBAYAR SEBAIK SAJA REZEKI ITU KITA PEROLEHI. Sebaiknya sebelum rezeki itu kita bawa pulang untuk nafkah diri dan anak isteri kita, samada setiap kali gaji di hujung BULAN atau hujung MINGGU atau HARI. Ini supaya rezki yang kita belanjakan untuk keluarga menjadi rezki yang telah dibersihkan kerana telah disucikan dengan INFAQ.

Perhatikan QS 2. Al Baqarah:
2. Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, 
3. mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan solat, dan apa saja yang kami rezekikan, mereka infaqkan.

Pelajarannya – Allah perintahkan kita meyakini kitab (ketetapan) Allah dengan mengikat diri kepada takwimnya (itulah hakikat takwa), iaitu solat dan zakat. Apa jenis ZAKAT yang Allah maksudkan dengan ayat itu? Itulah dia ‘INFAQ’, iaitu agar kita infaqkan sebahgian dari apa sahaja yang Allah rezekikan kepada kita.

Firman Allah lagi: “Orang-orang yang menafkahkan (infaq), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”. (QS. 3:134)

Jika Allah katakan masuklah ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan) QS 2:208, maka bolehkah kita abaikan ayat ini? Adakah ia sunat atau wajib? Atau Allah zalim kerana orang susah pun wajib infaq? Nanti dulu… jangan cepat melatah selagi kita tidak faham dan menghalusi bagaimana ia dilaksanakan (akan kami jelaskan lain kali).

ITULAH DALIL yang menunjukkan siapakah yang wajib mengeluarkan INFAQ dan bagaimana kami memansuhkan pendapat yang mengatakan infaq itu sunat saja! Itu firman Allah. Kami mengambil prinsip bahawa setiap yang Allah firmankan itu adalah PERINTAH, dan itu adalah WAJIB. Jelaslah baik dalam keadaan susah maupun senang, kita wajib keluarkan infaq mengikut KADAR peratusan yang ditetapkan. Cuma jumlahnya sahaja yang berbeza, orang kaya memberi dengan jumlah yang banyak dan si miskin dengan jumlah yang kecil walaupun peratusnya sama.

NASAB DAN HAUL INFAQ

INFAQ adalah salah satu pecahan Zakat, dan ia adalah satu RUKUN dalam Islam. Melaksanakannya menjadi tiang agama akan mampu membantu pembangunan Islam.

Bila masa berlaku kewajibannya? Dalam memenuhi keperluan keluarga, nafkah diperlukan bilamana ada keperluannya. Dalam sudut INFAQ terhadap Allah (nafkah fi sabilillah) pula ialah sebaik sahaja rezeki kurniaan Allah itu diperolehi (QS2:3).

Zakat ini yang dikaitkan dengan hakikat “PUASA di dunia dan berbuka di akhirat”. Sebab itu ia disenaraikan selepas rukun PUASA. Hasil puasa itu yang kita zakat/infaqkan. Oleh itu, selain dari dalil naqli dari firman dan hadis yang telah menetapkan NASAB dan HAUL Infaq, FALSAFAH JUMLAH PUASA Ramadhan juga boleh digunapakai dalam perkiraan kadar zakat pendapatan (infaq) ini,

Dalam setahun kita PUASA 30 hari. Tambah 6 hari dalam syawal jadi 36 hari. Nisbahnya menjadi 10%, sepersepuluh. 36/360 hari setahun. Ia ibarat INCOMETAX dalam bahasa moden.

Selain itu kita lihat nisbah zakat pertanian yang nabi sarankan, juga 1/10. hasil pertanian ini adalah bentuk pendapatan bagi para petani dan alquran menunjukkan bahawa ia juga dalam katagori INFAQ (zakat pendapatan). NISBAH 10% inilah yang kebanyakkan orang Arab yang beriman masih mengekalkannya di sana.

KESIMPULAN

Sebelum menjadi terlalu panjang, kami sertakan 3 firman ini untuk mengingatkan bahawa ada peraturan yang wajib kita ikut dalam pengurusan rumah kita sepertimana yang diajarkan Allah. jika kita hanya berlegar di luar sahaja, tanpa BERAMAL DI DALAM PERATURAN RUMAH itu, maka ianya akan tertolak, ibarat riuh rendah beramal sahaja tapi tiada fadhilatnya. Ingat, orang kafir juga ikut infaq ! Cuma jalannya sahaja yang tidak ikut aturan rumah Allah.

QS8. Al Anfaal 36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan (INFAQ) harta mereka untuk menghalangi dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

Siapakah orang kafir itu?

QS8. Al Anfaal 35. Sembahyang mereka di SEKITAR Baitullah (peraturan rumah Allah) itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

QS2. Al Baqarah 195. Dan belanjakanlah (INFAQ) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Orang miskin akan hidup dengan menghabiskan rezeki yang telah disucikan dengan infaq. Terkadang si miskin ini akan dibantu pula selaku asnaf kerana tidak cukup keperluan nafkah. 

Orang kaya pula tidak dapat menggunakan semua baki rezeki mereka walaupun telah diinfaqkan 10% dari pendapatannya. Kerana itu ia masih mampu menimbun harta. Dari situlah timbulnya keperluan zakat harta pula

PERKONGSIAN INI ADALAH HASIL DAPATAN KAJIAN (R&D) YANG MENDALAM DARI QURAN DAN SUNNAH YANG MENJURUS KEPADA MENCARI JALAN (SABIL) UNTUK KAMI PRAKTIK DI RPWP. APA YANG KAMI KONGSIKAN TELAH KAMI LAKSANAKAN DENGAN BAIK DAN LANCAR. IA TERBUKTI MAMPU BUKAN SAJA MERAHMATKAN DIRI SENDIRI MALAH TURUT MERAHMATKAN ALAM.

Jika anda rasa ia tidak sesuai jangan paksa diri untuk mengikutinya. Beramallah mengikut kefahaman yang mampu meyakinkan anda. Tidak perlu menfitnah dan mencarut untuk mengutuk golongan itu dan ini. LAA IQRAHA FIDDIEN.. QODTABAYYANA ARRUSHDU MINAL GHOI..

BERSAMBUNG… UTK ZAKAT HARTA, WAKAF DAN SEBAGAINYA (INSYAALLAH).

HASIL IQRA
Warga Prihatin

Membongkar Skandal Sindiket Pengutip Sedekah dan Derma

00 sedekah kesMembongkar Skandal Sindiket Pengutip Sedekah dan Derma

Terlalu ramai yang meminta kami mengulas isu pelbagai penyelewengan aktiviti kutipan wang sedekah dan derma. Sebahagiannya menjadikan derma itu satu igauan ngeri bila pemberian sampai ke tahap ratusan ribu hilang tanpa tujuan kebaktian seperti yang di war-warkan oleh tukang kutip. 

Pelbagai Sindiket pengutipan derma di jalanan semakin menjadi-jadi walaupun tangkapan terus menerus dibuat. Baru-baru ini ada seorang muallaf yang mendedahkan aktiviti seorang rakan Tionghua yang menjadi dalang mengaut wang derma menggunakan pancingan wanita dan anak kecil. 

Banyak juga kejadian individu bukan Islam yang berpindah randah dari satu masjid ke satu masjid memeluk Islam berkali-kali dalam seminggu hanya untuk mendapat wang ikhsan dari jawatankuasa masjid. 

Kes korban ghaib, iaitu mengutip wang korban tapi tidak dilaksana turut menjadi fobia kepada kita. Syarikat yang menganjur ibadah korban ini tumbuh bak cendawan selepas hujan. Banyak yang bercerita tetapi tiada siapa yang mahu tampil melapur kepada pihak berkuasa. Kononnya ini urusan ibadah, ini urusan Allah, biarlah Allah saja yang balas. Akhirnya masyarakat terus terusan terpedaya.

Baru-baru ini heboh ramai pelajar dari golongan asnaf yang memerlukan tertipu dengan sebuah syarikat bernama “Sedekah Online” yang kononnya boleh mengeluarkan zakat untuk membiayai pengajian mereka. Syarikat ini mengutip wang proses sebanyak RM50 seorang. Bila sampai masanya apa yang dijanji tidak ditepati dan bila dilawati, ternyata alamat pejabat itu adalah palsu. Seorang Asnaf Pelajar Universiti dari RPWP yang kononnya tidak mahu membebankan kewangan RPWP telah terlibat memohon tanpa pengetahuan kami dan turut menjadi mangsa.

Pendedahan isu seorang Ustaz yang mengutip ratusan ribu derma dari orang kaya untuk membina rumah banglo miliknya di Phnom Penh, Kemboja hanya merupakan satu dari banyak kes yang tidak dilapur dan didedahkan. Adakah masyarakat terlalu pemurah? Adakah penguatkuasan atau pengurusan baitulmal dan pusat zakat terlalu lemah? Atau adakah kerana kejahilan masyarakat yang terlalu parah? Di manakah silapnya sehingga banyak urusan ibadah yang terkait dengan derma atau sedekah ini menjadi terlalu berpotensi untuk dikomersialkan? Kerana pengkomersialan inikah yang menyebabkan sedekah yang seharusnya menjadi tonggak pembangunan Ummah menjadi satu laluan jenayah? 

Masyarakat benar-benar dalam dilema. Sedekah itu tuntutan Allah. Tapi ia juga menjadi laluan fitnah dan jenayah. Kami telah bawakan isu ini dalam perbincangan BERKUMPULAN. Kami libatkan sampel masyarakat dan mengambil kira pendapat ramai mengenai kesemua kes di atas. Didapati semua faktur di atas ada signifikannya. Yang paling menyedihkan ialah situasi kefahaman masyarakat yang sangat parah. Rupanya terlalu ramai yang keliru begitu banyak istilah berbeza yang selama ini kita pandang remeh. Akhirnya kita telah melanggar aturan hidup yang diperintahkan Allah tanpa kita sedar.

Untuk itu kami buat keputusan mengulas kes ini secara ilmiah dengan mengurut secara dasar apakah itu sedekah?. Apa itu zakat? Apa itu infaq? Dan insyaAllah akan meneruskan secara bersiri dengan apa itu Wakaf? Fidyah? Akikah? Kurban? Dan lain-lain yang terkait dengan sedekah. Apa yang kami kongsikan adalah hasil dapatan sewaktu kami melaksanakan projek R&D, kami kaji dan kami bangunkan tepat mengikut dapatan hasil kajian itu dan telah kami rasai syumul hasilnya bersama kelompok kecil di RPWP.

Jika anda tergolong dari kalangan yang berminat untuk mengkaji, sila ikuti di pautan ini.

http://prihatin.net.my/2013/11/28/ustaz-kutip-derma-untuk-bina-banglo-peribadi/

http://prihatin.net.my/2013/11/28/sains-sedekah-konflik-istilah-yang-menyusahkan-ibadah-ummah/

Semuga kami mampu merungkai masalah ini hingga ke akar umbi agar kita semua lebih memahami dan menyusun semula aktiviti yang terkait dengan sedekah ini.

Hasil iqra
WARGA PRIHATIN.

Ustaz Kutip Derma Untuk Bina Banglo Peribadi

Derma bina banglo ustaz

BANGLO mewah dimiliki seorang ustaz di sebuah kampung terpencil Kampung Cham, Kemboja.
MASJID lebih RM500,000 yang bakal dibina oleh ustaz terbabit.

Phnom Penh:

Dia menjaja konon dirinya seorang ustaz yang hidup miskin dan diamanahkan menjaga sebuah banglo dua tingkat di sebuah perkampungan miskin dan terpencil di sini, sejak beberapa tahun lalu.

Namun rahsia lelaki yang pernah dan masih menjaja sumbangan di Malaysia terbongkar, apabila banglo dilengkapi pelbagai kemudahan bernilai lebih ratusan ribu itu, didakwa miliknya.

Banglo terletak di tengah-tengah ratusan rumah penduduk Islam daif di Kampung Cham, itu dikatakan digunakan sebagai pusat operasi menagih sumbangan warga Malaysia kononnya bagi membina sekolah agama dan masjid baru di kampung itu.

Ustaz lingkungan 40-an itu dikatakan sering menjaja dirinya mengetuai sebuah pertubuhan bukan kerajaan berlandaskan Islam di negara itu yang dianggotai tidak sampai lima ahli, bagi menagih sumbangan terutamanya daripada warga Malaysia yang sering menjalankan kerja amal di negara itu.

Agak mengejutkan apabila banglo ustaz terbabit dilengkapi bekalan air bersih selain janakuasa bagi menyalurkan bekalan elektrik walaupun penduduk hanya menagih bekalan air hujan untuk keperluan harian, selain menjadikan kegiatan bertani dan menangkap ikan di sungai Mekong sebagai sumber pendapatan.

myMetro 29 Okt 2013

Wanita sumbang RM100,000 hanya dapat foto masjid

Kuala Lumpur: Seorang jurutera pembinaan syarikat swasta yang ingin dikenali sebagai Azizan, meluahkan rasa bimbang berikutan ibu mentuanya juga sudah melabur kira-kira RM100,000 kepada seorang ‘ustaz’ yang kononnya juga diamanahkan untuk mengutip derma bagi membina masjid di Kemboja.

“Selama tiga tahun menderma untuk masjid yang dikatakan ingin dibina itu, ibu mentua hanya pernah mendapat sekeping gambar masjid yang masih dalam pembinaan, itupun selepas diminta berulang kali.

“Saya jadi bimbang apabila terdapat ustaz yang sanggup menyeleweng derma yang diberikan orang Islam yang betul-betul mahu melihat masjid dibina di kawasan yang miskin,” katanya.

Menurutnya, dia tidak pernah berjumpa dengan ustaz yang menerima wang derma daripada ibu mentuanya berikutan sibuk bekerja dan duduk jauh daripada ibu mentua.

“Saya tinggal di Kuala Lumpur dan mentua di Johor. Jadi, saya dan isteri hanya menolong ibu mentua ketika ingin memasukkan wang ke akaun ustaz berkenaan.

“Jika benar terdapat projek membina masjid seperti yang dikatakan, sekurang-kurangnya hantarlah gambar atau bukti lain yang boleh membuatkan kami percaya,” katanya.

Katanya, dia turut memberi sumbangan untuk ibadah korban baru-baru ini kepada ustaz berkenaan di negara itu, namun tiada sebarang gambar dihantar kepadanya yang menunjukkan ibadah itu dijalankan sehingga menimbulkan perasaan curiga terhadap aktiviti ustaz itu.

myMetro 1 Nov 2013

Tunggu masa nak cekup

Kuala Lumpur: Kedutaan Malaysia di Kemboja sudah mengenal pasti seorang ustaz di negara itu yang dikaitkan dengan pengutipan sumbangan dari rakyat Malaysia sebelum didakwa menggunakan wang itu untuk membina banglo ratusan ribu ringgit di perkampungan miskin dan terpencil di negara berkenaan.

Difahamkan, ustaz terbabit berada dalam pemantauan pihak berkuasa di Kemboja dan dijangka ditahan dalam tempoh terdekat untuk siasatan.

Menteri Penasihat Kedutaan Malaysia di Kemboja Raja Saifful Ridzuan berkata, pihaknya memang mengenali ustaz itu yang sebelum ini pernah membawa rombongan warga Malaysia ke kedutaan kononnya mengenali individu tertentu di kedutaan berkenaan.

Beliau berkata, pihaknya sudah memantau senario ‘tidak enak’ itu, malah sudah dihentikan selain tidak mahu ustaz itu bertindak sebagai ‘orang tengah’ seterusnya menjadikan ia sumber untuk mendapatkan wang daripada warga Malaysia yang mahu ke kedutaan.

“Malah, berdasarkan laporan Harian Metro sejak beberapa hari lalu, kami sudah mengenal pasti ustaz yang dimaksudkan dan dipercayai memang gemar menggunakan nama pegawai agensi agama di Malaysia untuk tujuan berkaitan.

myMetro 1 Nov 2013 On October 29, 2013