Category Archives: Doa – Artikel Berkaitan

image_pdf

KESAN BAIK EMOSI YANG TENANG – PART 4

TIPS KEHAMILAN: KESAN BAIK EMOSI YANG TENANG – PART 4

 

TIPS KEHAMILAN: KESAN EMOSI IBU TERHADAP KECACATAN BAYI – PART 3

TIPS KEHAMILAN: KESAN EMOSI IBU TERHADAP KECACATAN BAYI – PART 3

 

Saiful Nang di program Nine11 Bernama News Channel (BNC)

TIPS PARENTING: KONFLIK BERTANYA & MENYAMPUK DALAM PENDIDIKAN ANAK-ANAK

TIPS PARENTING: KONFLIK BERTANYA & MENYAMPUK DALAM PENDIDIKAN ANAK-ANAK

Anda mahu jadi golongan yang mana?

 

DALAM BISNES ADA 3 GOLONGAN ORANG YANG MENGEJAR KEJAYAAN
.
GOLONGAN PERTAMA adalah mereka yang mencuba dengan sedaya upaya untuk mengubah nasib mereka dengan perniagaan untuk membina harta sebanyak mungkin.
.
GOLONGAN KEDUA adalah golongan pertama yang konsisten dan mampu melakar kejayaan lalu mengumpul banyak harta. Ini dipanggil orang kaya. Golongan ini selalu masuk Forbes dan menang award macam-macam
.
GOLONGAN KETIGA adalah orang kaya yang harta banyak tidak lagi memuaskan hati mereka lalu mereka berusaha untuk leverage atau berkongsi kekayaan itu dengan orang lain dan mereka tidak kisah langsung untuk hidup dalam sekadar kecukupan sahaja walaupun tidak mewah. Orang ini biasanya, berlumba-lumbalah harta untuk meluru ke kantungnya namun dia tetap salurkannya kepada yang lain. INILAH GOLONGAN ORANG BERJAYA!
.
Dalam dunia, kita selalu nampak kolam dan tasik akan kering. Tapi kita jarang lihat sungai menjadi kering. Kenapa? Sungai tidak MENGUMPUL air tetapi MENGALIRKAN air. Dari aliran itu, ramai di hiliran boleh menangkap ikan, berperahu, mengairi tanaman, minum, mandi, memasak dan lain-lain. BERKONGSILAH.

Perintah Allah dan Wasiat salafush shålih untuk meninggalkan debat

00 perlantikan pemimpinhttp://prihatin.net.my/blog/2014/01/28/budaya-debat-menghapuskan-cara-hidup-islam/

Mutakhir ini budaya debat sudah menjadi kelaziman yang memualkan dan menyakitkan hati. Masing-masing cabar-mencabar untuk menunjukkan kepandaian dan memperlekehkan pihak lain. Padahal telah Allah jelaskan bahawa budaya debat akan melemahkan kita. Berikut adalah beberapa di antara FirmanNya,

QS: 2. Al Baqarah 139. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati“,

 

QS: 2. Al Baqarah 176. “Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh”.

 

QS: 2 Al-Baqarah: 204-205 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (darimu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan,”

 

QS: 3. Ali ‘Imran 20. “Kemudian jika mereka mendebat kamu maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, “Apakah kamu masuk Islam.” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

 

QS: 4. An Nisaa’ 107. Dan janganlah kamu mendebat orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

 

QS: 4. An Nisaa’109. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka ?

 

QS: 7. Al A’raaf 71. Ia berkata: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu.” Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama  yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu.”

 

QS: 8. Al Anfaal 46. “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“.

 

QS: 11. Huud 76. “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak”.

 

QS: 16. An Nahl 125. “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk“.

 

QS: 18. Al Kahfi 22. “… Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu  bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka  kepada seorangpun di antara mereka.”

 

QS: 18. Al Kahfi 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”

 

QS: 19 Maryam: 97 Maka sesungguhnya, telah kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang,”

 

QS: 22. Al Hajj 8. “Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya”

 

QS: 29. Al ‘Ankabuut 46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.”

 

QS: 40. Al Mu’min 4. Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.”

 

QS: 43 Az-Zukhruf : 58 Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar,”

 

Rasulullah SAW pula telah mewasiatkan larangan berdebat ini dalam banyak sekali hadis sohih dan wasiat yang sama banyak dinukilkan oleh para ulama’ muktabar sebelum ini.

1. Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam

Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar.

Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”

(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

2. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata kepada putranya:

“Tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.”

[Ad-Darimi: 309, al Baihaqi, Syu’abul Iman: 1897]

3. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa

“Cukuplah engkau sebagai orang zalim bila engkau selalu mendebat. Dan cukuplah dosamu jika kamu selalu menentang, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu berbicara dengan selain zikir kepada Allah.”

[al-Fakihi dalam Akhbar Makkah]

4. Abud Darda radhiyallahu ‘anhu

“Engkau tidak menjadi alim sehingga engkau belajar, dan engkau tidak disebut mengerti ilmu sampai engkau mengamalkannya. Cukuplah dosamu bila kamu selalu mendebat, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu menentang. Cukuplah dustamu bila kamu selalu berbicara bukan dalam dzikir tentang Allah.”

[Darimi: 299]

5. Muslim Ibn Yasar rahimahullah

“Jauhilah perdebatan, karena ia adalah saat bodohnya seorang alim, di dalamnya setan menginginkan ketergelincirannya.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra; Darimi: 404]

6. Hasan Bashri rahimahullah

Ada orang datang kepada Hasan Bashri rahimahullah lalu berkata,

“Wahai Abu Sa’id kemarilah, agar aku bisa mendebatmu dalam agama!”

Maka Hasan Bashri rahimahullah berkata:

“Adapun aku maka aku telah memahami agamaku, jika engkau telah menyesatkan (menyia-nyiakan) agamamu maka carilah.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 588]

7. Umar ibn Abdul Aziz rahimahullah

“Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka ia akan banyak berpindah-pindah (agama).”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 565]

8. Abdul Karim al-Jazari rahimahulah

“Seorang yang wira’i tidak akan pernah mendebat sama sekali.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 636; Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

(1-Wira’i artinya orang yang sangat menjaga diri dari hal-hal yang syubhat dan membatasi diri dari yang mubah)

9. Ja’far ibn Muhammad rahimahullah

“Jauhilah oleh kalian pertengkaran dalam agama, karena ia menyibukkan (mengacaukan) hati dan mewariskan kemunafikan.”

[Baihaqi dalam Syu’ab: 8249]

10. Mu’awwiyah ibn Qurrah rahimahullah

“Dulu dikatakan: pertikaian dalam agama itu melebur amal.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 562]

11. al Auza’i rahimahullah

“Jika Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum maka Allah menetapkan jidal pada diri mereka dan menghalangi mereka dari amal.”

[Siyar al-A’lam 16/104; Tadzkiratul Huffazh: 3/924; Tarikh Dimsyq: 35/202]

12. Imran al-Qashir rahimahullah

“Jauhi oleh kalian perdebatan dan permusuhan, jauhi oleh kalian orang-orang yang mengatakan: Bagaimana menurutmu, bagaimana pendapatmu.”

[Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra: 639]

13. Muhammad ibn Ali ibn Husain rahimahullah

“Pertikaian (perdebatan) itu menghapuskan agama dan menumbuhkan permusuhan di hati orang-orang.”

[al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

14. Abdullah ibn Hasan ibn Husain rahimahullah

Dikatakan kepada Abdullah ibn al Hasan ibn al Husain rahimahullah,

“Apa pendapatmu tentang perdebatan (mira’)?”

Dia menjawab:

“Merusak persahabatan yang lama dan mengurai ikatan yang kuat. Minimal ia akan menjadi sarana untuk menang-menangan itu adalah sebab pemutus talit silaturrahim yang paling kuat.”

[Tarikh Dimasyq: 27-380]

15. Bilal ibn Sa’d rahimahullah (kedudukannya di Syam sama dengan Hasan Bashri di Bashrah)

“Jika kamu melihat seseorang terus-terusan menentang dan mendebat maka sempurnalah kerugiannya.”

[al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

16. Wahab ibnu Munabbih rahimahullah

“Tinggalkanlah jidal dari perkaramu, karena ia tidak akan dapat mengalahkan salah satu dari dua orang: seseorang yang lebih alim darimu, bagaimana engkau memusuhi dan mendebat orang yang lebih alim darimu? Dan seseorang yang engkau lebih alim daripadanya, bagaimana engkau memusuhi orang yang engkau lebih alim daripadanya dan ia tidak mentaatimu? Maka tinggalkanlah itu.”

[Tahdzibul Kamal: 31/148; Siyarul A’lam: 4/549; Tarikh Dimasyq: 63/388]

17. Malik ibnu Anas rahimahullah

Ma’n rahimahullah berkata:

“Pada suatu hari Imam Malik ibn Anas berangkat ke masjid sambil berpegangan pada tangan saya, lalu beliau dikejar oleh seseorang yang dipanggil dengan Abu al-Juwairah yang dituduh memiliki Aqidah Murji’ah.”

Dia berkata:

‘Wahai Abu Abdillah dengarkanlah dariku sesuatu yang ingin saya kabarkan kepada anda, saya ingin mendebat anda dan memberi tahu anda tentang pendapatku.’

Imam Malik berkata,

‘Hati-hati, jangan sampai aku bersaksi atasmu.’

Dia berkata,

‘Demi Allah, saya tidak menginginkan kecuali kebenaran. Dengarlah, jika memang benar maka ucapkan.’

Imam Malik bertanya,

‘Jika engkau mengalahkan aku?’

Dia menjawab,

‘Maka ikutlah aku!’

Imam Malik bertanya lagi,

‘Kalau aku mengalahkanmu?’

Dia menjawab,

‘Aku mengikutimu?’

Imam Malik bertanya,

‘Jika datang orang ketiga lalu kita ajak bicara dan kita dikalahkannya?’

Dia berkata,

‘Ya kita ikuti dia.’

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Hai Abdullah, Allah azza wa jalla telah mengutus Muhammad dengan satu agama, aku lihat engkau banyak berpindah-pindah (agama), padahal Umar ibnu Abdil Aziz telah berkata, “Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai sasaran untuk perdebatan maka dia akan banyak berpindah-pindah”.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

”Jidal dalam agama itu bukan apa-apa pun (tidak ada nilainya sama sekali).”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Percekcokan dan perdebatan dalam ilmu itu menghilangkan cahaya ilmu dari hari seorang hamba.”

Imam Malik rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya jidal itu mengeraskan hati dan menimbulkan kebencian.”

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki ilmu sunnah, apakah ia boleh berdebat membela sunnah? Dia menjawab,

”Tidak, tetapi cukup memberitahukan tentang sunnah.”

(Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Qadhi Iyadh: 1/51; Siyarul A’lam: 8/106; al-Ajjurri dalam al-Syari’ah, hal.62-65)

18. Muhammad ibn Idris as-Syafi’I rahimahullah

“Percekcokan dalam agama itu mengeraskan hati dan menanamkan kedengkian yang sangat.”

[Thobaqat Syafiiyyah 1/7, Siyar, 10/28]

19. Ahmad bin Hambal rahimahullah

Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang,

“Saya ada di sebuah majlis lalu disebutlah di dalamnya sunnah yang tidak diketahui kecuali oleh saya, apakah saya mengatakan?”

Dia menjawab:

“Beritakanlah sunnah itu, dan janganlah mendebat karenanya!”

Orang itu mengulangi pertanyaannya, maka Imam Ahmad rahimahullah berkata:

“Aku tidak melihatmu kecuali seorang yang mendebat.”

[al-Adab as-Syar’iyyah: 1/358, dalam bab menyebar sunnah dengan ucapan dan perbuatan tanpa perdebatan dan kekerasan; al-Bashirah fid-Da’wah Ilallah: 57]

20. Shafwan ibn Muhammad al-Mazini rahimahullah

Saat Shafwan rahimahullah melihat para pemuda berdebat di Masjid Jami’ maka ia mengibaskan tangannya sambil berkata:

“Kalian adalah jarab, kalian adalah jarab.”

[Ibnu Battah: 597]

(Jarab = Sejenis penyakit kulit)

Dahulu dikatakan:

“Janganlah engkau mendebat orang yang santun dan orang yang bodoh; orang yang santun mengalahkanmu, sedang orang yang bodoh menyakitimu.”

[Al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23]

Sumber: alqiyamah


Wasiat asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Ali al-Yamani al-Wushobi al-AbdaliWahai Penuntut ilmu, jika kamu membuka pintu debat bersama temanmu maka sungguh kamu telah membuka pintu penyakit fitnah buat dirimu. Apabila seseorang penuntut ilmu tidak menjauhkan diri darinya tentu akan mendapatkan marabahaya.

Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ما ضل قوم بعد هدى كا نوا عليه إلاأوتواالجدال : ثم قرأ : ماضربوه لك إلاجد لا بل هم قوم خصمون – رواه الترمذي عن أبي أمامة الباهلي –

 

ِArtinya : “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk kecuali Allah berikan kepada mereka ilmu debat. Kemudian beliau membaca : mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.”

(HR Tirmidzi dari Abu Umamah al Bahily)

Saya masih teringat seorang teman ketika awal belajar di Madinah, mungkin kurang lebih dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang silam, dia terkenal banyak berdebat. Terkadang dia mulai berdebat dari setelah Isya’ sampai akhir malam. Ternyata pada akhirnya dia mendapatkan kegagalan, tidak menjaga waktu, tidak beristighfar, bertasbih, bertahlil, bangun malam, dan tidak melaksanakan bimbingan Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam.

Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam bukanlah pendebat. Tatkala Rasulullah shållallåhu ‘alayhi wa sallam pergi kerumah Fatimah dan Ali ketika beliau ingin membangunkan keduanya untuk sholat malam, beliau mengetuk pintu dan berkata :

”Tidaklah kalian bangun untuk melaksanakan sholat?”

‘Ali mengatakan :

”Sesungguhnya jiwa kami di Tangan Allah, Dia membangunkan sesuai kehendak-Nya.”

Lalu Baginda SAW balik sambil memukul pahanya dan berkata :

وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا

” Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak mendebat/membantah.”

(QS Al Kahfi :54 )

Rasulullah tidak mendebat Ali dan beliau menganggap bahwa apa yang dijawab Ali termasuk dari jidal (debat) dengan berdalilkan firman Allah :

وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا

” Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak mendebat/membantah.”

(QS Al Kahfi :54 )

Wahai penuntut ilmu jauhilah dari perdebatan, karena hal yang demikian itu menyebabkan kemurkaan dan kebencian di dalam hati. Katakan kepada temanmu apa yang kamu ketahui, kalau temanmu mengatakan tidak, kembalikanlah permasalahannya kepada Syaikhmu, dan sekali lagi menjauhlah kamu dari perdebatan, Rasulullah bersabda :

إذااختلفتم قي القران فقوموا – متفق عليه

“Apabila kalian berselisih di dalam Al Qur’an maka tinggalkan tempat tempat itu.”

(Muttafaqun Alaihi)

Apabila terjadi disuatu majlis perdebatan, satu menyatakan demikian yang lain menyatakan demikian, maka dengarkan sabda Rasulullah diatas dan janganlah kalian duduk ditempat itu dan jangan mencoba untuk membuka perdebatan. Berhati-hatilah kamu dari debat dan peliharalah waktumu, insya Allah kamu akan saling mencintai dan saling menyayangi.

[Disalin oleh Abu Aufa dari buku عشرون النصيحة الطالب العلم و الد ا عي إلى الله yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Melayu dengan judul ” 20 Mutiara Indah bagi penuntut Ilmu dan Da’i Ilallah“]

Maksud perkataan ‘ulama diatas

Syaikhul Islam berkata, “Jadi, yang dimaksud larangan para salaf dalam berdebat adalah yang dilakukan oleh

– orang yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan perdebatan (kurang ilmu dan lain-lain)

– atau perdebatan yang tidak mendatangkan kemaslahatan yang pasti;

– berdebat dengan orang yang tidak menginginkan kebenaran,

– serta berdebat untuk saling unjuk kebolehan dan saling mengalahkan yang berujung dengan ujub (bangga diri) dan kesombongan.

“Ya Allah jauhkanlah kami dari jidal, dan anugerahkan pada kami istiqomah. Janganlah Engkau simpangkan hati kami setelah engkau memberi hidayah pada kami. Aamiin.”


BERKORBAN DEMI AMANAH ALLAH – TV Al-Hijrah 24-9-2014

HADIS TANDA AKHIR ZAMAN

al-quran

 

HIMPUNAN HADIS TANDA KIAMAT & AKHIR ZAMAN

Mari muhasabah jika masih ada dari lebih 40 hadis dibawah ini yang belum berlaku lagi saat ini. Jika sudah sempurna semuanya maka itu tandanya kegemilangan Islam sudah luput dari kita. Carilah kepastian, jangan kita bersangka-sangka dan berangan-angan lagi dalam soal iman dan Islam.

Tidak guna lagi kita membangga diri dengan keislaman kita yang berdasarkan sangka-sangka, kerana semua itu sudah luput dari kita. Kita perlu bersihkan tanah dari segala pohon reput dan buah fikiran yang tidak berguna, yang pernah tumbuh dalam dada kita dan kita harus cari semula benih yang terbaik dan lakukan penanaman semula. QS;14/24-27.

 

1. BANYAK PERSELISIHAN– GIGITLAH SUNNAH DENGAN GERAHAM

Daripada Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. berkata, “Telah menasihati kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan menitiskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah pesanan kepada kami.” Lalu baginda pun bersabda,

“Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat sekalipun yang memimpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya daripada kamu pasti ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (mendapat hidayah) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat.” – H.R. Abu Daud dan Tirmizi

2. UMAT MUSNAH BILA KEJAHATAN TERLALU BANYAK

Daripada Ummul Mu’minin, Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah saw.) berkata,

” (Pada suatu hari) Rasulullah saw. masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cernas sambil bersabda, LA ILAHA ILLALLAH, celaka bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dari dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”, dan Baginda menemukan ujung jari dan ujung jari yang sebe!ahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyararkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: “Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan di kalangan kami masih ada orang¬orang yang soleh?” Lalu Nabi saw. bersabda “Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak”. – H.R. Bukhari Muslim

3. UMAT ISLAM RAMAI TAPI TIDAK DIGERUNI – TERTINDAS, DIRATAH DUNIA

Daripada Tsauban r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni bekas hidangan mereka” Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab “Bahkan kamu pada hari itu terlalu ramai, tetapi kamu umpama buih pada masa banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu daripada hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya “Apakah ‘wahan’ itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud)

4. ULAMAK MATI, ILMU AGAMA HILANG, FATWA DIKELUARKAN OLEH SI JAHIL

Daripada Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,

“Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” – H.R. Muslim

5. BUDAYA BARAT TAJAAN YAHUDI & NASRANI JADI IKUTAN UMAT ISLAM

Daripada Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata, Bahawasanya Rasulullah saw. bersabda,

“Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang kau maksudkan?” Nabi saw. menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”. (H.R. Muslim)

6. GOLONGAN ANTI HADITH

Daripada Miqdam bin Ma’dikariba r.a. Beliau berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda

“Hampir tiba suatu zaman di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kursi/katil kemegahannya, lalu disampaikan kepadanya sebuah hadis dari hadisku lalu dia berkata,

“Pegangan kami dan kamu hanyalah kitab Allah sahaja. Apa yang dihalalkan oleh Al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan” (Kemudian Nabi SAW melanjutkan sabdanya) “Padahal apa yang diharamkan Rasulullah SAW itu samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan Allah SWT” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

7. GOLONGAN YANG SENTIASA MENANG

Daripada Mughirah bin Syu’ bah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sentiasa di kalangan kamu ada golongan yang berjaya (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka sentiasa berjaya”.- (H.R. Bukhari)

8. BERULANGNYA PENYAKIT UMAT TERDAHULU YANG MEMUSNAHKAN

Daripada Abu Hurairah r.a. Katanya, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Umatku akan ditimpa penyakit -penyakit yang pernah menimpa umat-umat terdahulu” Sahabat bertanya “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi SAW menjawab “Penyakit-penyakit itu adalah, 1.Terlalu seronok/sombong, 2.Terlalu mewah, 3.Mengumpulkan harta sebanyak mungkin, 4.Tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, 5.Saling memarahi, 6.Dengki-mendengki/saling menghasut sehingga menjadi zalim menzalimi” (HR Hakim)

9. ISLAM KEMBALI DAGANG & TERASING

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw, “Islam mula tersebar dalam keadaan dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang­ orang yang asing”.- H.R. Muslim

HADIS PENUHNYA,

“Sesungguhnya dien (agama) itu awalnya terasing (ghoriban), dan dia akan kembali terasing. Maka beruntunglah orang yang mengembalikan apa yang terasing itu, apa sahaja yang telah dirosak manusia selepas ketiadaan aku, dari sunnahku”

10. KEMEWAHAN RUMAH, BANYAK PERSALINAN & HIDANGAN MEMUSNAHKAN

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. Dan tidak ada di badannya kecuali hanya selembar selendang yang bertampal dengan kulit. Tatkala Rasulullah SAW melihat kepadanya. Baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekah dahulu, dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekah). Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu hari nanti, (kamu mewah) pergi pada waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi pada waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan apabila diberikan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghiasi langsir) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Kaabah?”

Maka jawab sahabat, “Wahai Rasulullah, tentunya keadaan kami pada waktu itu lebih baik daripada keadaan kami pada hari ini. Kami akan hanya memberikan perhatian sepenuhnya kepada masalah ibadat sahaja dan tidak bersusah payah lagi untuk mencari rezeki” Lalu Nabi SAW bersabda “TIDAK! Keadaan kamu hari ini (ketika sempit) adalah lebih baik daripada keadaan kamu pada hari itu” (HR Tirmizi)

11. UMAT ISLAM MEMUSNAHKAN ORANG ORANG YAHUDI

Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah saw. bersabda,

“Tidaklah akan berlaku qiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di sebalik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, “Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah!.. Dan bunuhlah ia!”, kecuali pohon gharqad (semacam pohon yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)”. (H.R. Bukhari Muslim)

12. HILANG SIFAT AMANAH & KEIMANAN PADA PEKERJA DAN PENIAGA

Daripada Huzaifah bin AI-Yaman r.a. katanya, “Rasulullah saw. pernah memberitahu kami dua buah hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya.

Rasulullah saw. memberitahu bahawasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang yang tertentu. Kemudian turunlah al­Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al-Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah.

Selanjutnya Rasulullah saw. menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, Ialu beliau bersabda, “Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan sahaja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (mengelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gillingkan dengan kaki mu, kemudian mengelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa”. Ketika Rasulullah saw. menceritakan hadis ini beliau mengambil sebiji batu kecil (batu kerikil) Ialu menggilingkannya dengan kakinya.

“Kemudian berpagi-pagi (jadiIah) orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada ada seorang juga pun yang suka menunaikan amanah, sampai dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan, “Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah pula cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.”

“Maka sesungguhnya telah sampai masanya saya pun tidak memperdulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual beli). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanyalah yang akan mengembalikan kepada ku (maksudnya agamanyalah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepada ku (maksudnya jika dia seorang Nasrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan / pemerintahlah yang dapat menbantu aku untuk mendapatkan semua hak-hak ku daripadanya.) Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu sahaja)”. (H.R. Bukhari Muslim)

VERSI RINGKAS HADIS

Daripada Huzaifah bin Al-Yaman r.a. Katanya, …”Kemudian jadilah orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada seorang pun yang suka menunaikan amanah, sehingga dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan “Alangkah tekunnya dia dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.” (HR Bukhari & Muslim)

13. ORANG BAIK BERKURANG, ORANG JAHAT BERTAMBAH, ANAK MENJADI MUSUH

Dari Aisyah r.a. Dia berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapanya), hujan akan menjadi panas, akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan orang tua, dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik” (HR Thabrani)

14. KUFUR & BINASA KERANA MENGIKUTI KEHENDAK ORANG LAIN

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda,

” Akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pendapatannya tidak diperolehi kecuali dengan perkara yang membabitkan kemurkaan Allah swt.

Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berpunca dari menepati kehendak isteri dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kaum keluarganya atau dari menepati kehendak jirannya”.

Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw., apakah maksud perkataan engkau itu ?” Nabi saw. menjawab, “Mereka akan mencela dan mengaibkannya dengan kesempitan hidupnya. Maka dari kerana itu ia terpaksa melayan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya dijurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya”.(H.R. Baihaqi)

15. TIDAK CIUM BAU SYURGA PENGUASA YANG GANAS & WANITA GEDIK

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cambuk/cemeti bagaikan ekor Iembu yang digunakan untuk memukul orang.

Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang­ lenggok waktu berjalan, menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul) bagaikan bonggol unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya haruman syurga itu akan terhidu dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya”.(H.R. Muslim)

16. ORANG TAK PEDULIKAN HALAL HARAM SUMBER HARTANYA

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw,

“Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram”.(H.R. Muslim)

17. SEMUA MAKANAN & HARTA MELIBATKAN RIBA’

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan/memiliki harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya”. (H.R. Ibnu Majah)

18. KERA & BABI – PERANAN ARTIS & MUZIK, KHAMAR DIUBAH NAMA

Daripada Abu Malik Al-Asy’ari r.a. bahawasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya akan ada sebahagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. Sambil diiringi dengan alunan muzik dan suara biduanita (artis). Allah SWT akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan Allah SWT akan mengubah mereka menjadi kera atau babi” (HR Ibnu Majah)

19. ILMU KURANG, JAHIL LEBIH, ZINA BANYAK, 1 RIJAL URUS 50 NISA’.

Dari Anas r.a. Beliau berkata “Aku akan menceritakan kepada kamu sebuah Hadis yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Di antara tanda kiamat ialah sedikit ilmu, banyak kejahilan, banyak perzinaan, banyak kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki, sehingga nanti seorang lelaki akan mengurus lima puluh orang perempuan” (HR Bukhari Muslim)

20. HAMBA MELAHIRKAN TUAN, SIMISKIN SIBUK MEMBINA BANGUNAN

Daripada Umar bin al-Khattab r.a. (dalam sebuah hadis yang panjang), “…kemudian Jibrail bertanya kepada Rasulullah SAW ” Maka khabarkan kepadaku tentang hari kiamat?” Lalu Nabi SAW menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya” Maka Jibrail berkata “Kalau begitu cuba khabarkan kepadaku tanda-tandanya” maka Nabi SAW menjawab,

“Bahawa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya menggembala kambing itu berlumba-lumba untuk membuat binaan” (Riwayat Muslim)

21. AHLI IBADAT YANG JAHIL DAN ULAMA YANG FASIQ

Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq”.(H.R. Ibnu Ady)

22. MEMEGANG AGAMA SEPERTI MEMEGANG BARA API

Daripada Anas r.a. bekata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api”. – (H.R. Tarmizi)

23. GOLONGAN RUWAIBIDHAH CUBA MENEGUR PENDUSTA DAN PENGKHIANAT

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan (ada meriwayatkan tandus/kemarau). Pada waktu itu si pendusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Pengkhianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang berbicara (cuba membetulkan) hanyalah golongan “Ruwaibidhah”. Sahabat bertanya “Apakah RUWAIBIDHAH itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Orang yang kerdil hina, dan tidak mengetahui bagaimana hendak mengurus orang yang ramai” (HR Ibnu Majah)

24. AL-HAJR – PEPERANGAN DEMI PEPERANGAN

Daripada Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah SAW bersabda “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga harta benda melimpah ruah dan timbul banyak fitnah dan sering terjadi “al-Harj”. Sahabat bertanya “Apakah AL-HARJ itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Peperangan, peperangan, peperangan” Beliau ucapkannya tiga kali. (HR Ibnu Majah)

25. MASA AKAN MENJADI SINGKAT

Daripada Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; “Tidak akan terjadi qiamat sehingga masa menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan/jilatan api”. (H.R.Termizi)

26. MUNCULNYA GALIAN YANG DIURUS OLEH ORANG JAHAT

Daripada Ibnu Omar r.a. Beliau berkata “Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah SAW sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari lombong (galian) mereka. Maka sahabat berkata “Wahai Rasulullah! Emas ini adalah hasil galian kita” Lalu Nabi SAW menjawab “Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian, dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat ” (HR Baihaqi)

27. TANAH ARAB YANG TANDUS MENJADI LEMBAH YANG SUBUR

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw.; “Tidak akan terjadi qiamat sehinggalah Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai”. (H.R.Muslim)

28. PAGI BERIMAN PETANG KAFIR, JUAL AGAMA DENGAN HARTA DUNIA

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman pada waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau seseorang yang masih beriman pada waktu petang, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia” (HR Muslim)

29. KELEBIHAN IBADAT DISAAT-SAAT HURU HARA

Daripada Ma’qil bin Yasar ra. berkata Rasulullah bersabda:” Beribadat di saat-saat huru hara (dunia kacau bilau) adalah seperti berhijrah kepadaku”. (H.R.Muslim)

30. PERANG DI SUNGAI FURAT (IRAQ) KERANA MEREBUT KEKAYAAN

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh kerana merebutnya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan daripada seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata “Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu”

Di dalam riwayat lain disebutkan “Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa sahaja yang hadir di situ janganlah dia mengambil sesuatu pun dari harta tersebut” (HR Bukhari Muslim)
[Ada pihak yang menyatakan bahawa perkataan emas di dalam Hadis ini sebenarnya petroleum]

31. TIADA IMAM UNTUK SEMBAHYANG BERJEMAAH

Daripada Salamah binti al-Hurr r.a. Beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu zaman, pada waktu itu orang banyak berdiri tegak beberapa lama, kerana mereka tidak mendapatkan orang yang dapat mengimami mereka solat” (HR Ibnu Majah)

32. ULAMA YANG FASIH & FASIQ TIDAK DIPEDULIKAN

Daripada Sahl bin Saad as-Sa ‘idi r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Ya Allah! Janganlah Engkau menemukan aku dan mudah-mudahan kamu juga tidak bertemu dengan suatu zaman di mana para ULAMA sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang PENYANTUN sudah tidak dihiraukan lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (FASIQ), lidah mereka seperti lidah orang Arab (FASIH)” (HR Ahmad)

33. ISLAM TINGGAL NAMA, ULAMAKNYA JAHAT, MASJID INDAH TAPI HAMBAR

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.;

“Akan datang suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisan/adat resamnya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah/petunjuk. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali”.(H.R al-Baihaqi)

34. ISLAM MACAM PAKAIAN LUSUH, AL QURAN & ILMU DIHILANGKAN

Daripada Huzaifah bin al-Yaman r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda;

“Islam akan luntur seperti lusuhnya corak pakaian, sehingga orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan PUASA, dan apa yang dimaksudkan dengan SOLAT dan apa yang dimaksudkan dengan SUSUK (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan SEDEKAH. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada suatu malam sahaja, maka tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat.

Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, di antaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, “Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga”.

Maka berkata Shilah (perawi hadis daripada Huzaifah), “Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan sembahyang, puasa, nusuk, dan sedekah”? Maka Huzaifah memalingkan muka daripadanya. Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, “Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka” (HUZAIFAH memperkatakan jawapan yang bertentangan dengan SHILAH itu tiga kali).

VERSI RINGKAS

“Islam akan lenyap seperti hilangnya corak pada pakaian, sehingga orang tidak mengerti apakah yang dimaksudkan dengan puasa, apakah yang dimaksudkan dengan solat, apakah yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadah), dan apakah yang dimaksudkan dengan sedekah. Al-Quran akan hilang semuanya pada suatu malam sahaja, maka tidak ada yang tertinggal di permukaan bumi ini darinya walaupun hanya satu ayat. Sesungguhnya yang ada hanya beberapa kelompok manusia, di antaranya orang tua, lelaki dan perempuan. Mereka hanya dapat berkata, Kami sempat menemui nenek moyang kami mengucapkan kalimat LAILAHAILLALLAH, lalu kami pun mengucapkannya juga” (HR Ibnu Majah)

35. LIMA BELAS FENOMENA AKHIR ZAMAN YANG MENYEBABKAN BALA

Hadis yang diriwayatkan oleh imam Tirmizi daripada Sayyidina Ali Maksudnya : ” Apabila umatku telah membuat 15 perkara maka BALA pasti akan turun kepada mereka. Lalu ditanya tentang apakah itu wahai Rasulullah? Jawab baginda :

[1] Apabila hasil kekayaan negara hanya beredar di kalangan golongan tertentu sahaja
[2] Apabila amanah dijadikan suatu sumber dalam mengaut keuntungan
[3] Zakat dijadikan hutang (bertangguh atau mengelak)
[4] Suami menurut sahaja kehendak isteri
[5] Anak derhaka terhadap ibunya
[6] Anak terlalu mementingkan kawannya
[7] Anak menjauhkan diri daripada bapanya
[8] Suara sudah ditinggikan dalam masjid
[9] Yang menjadi pemimpin di kalangan mereka ialah orang yang paling hina dari kalangan mereka
[10] Seseorang itu dipandang tinggi kerana ditakuti kejahatannya
[11] Arak sudah diminum secara terang-terangan di merata tempat
[12] Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki)
[13] Para artis disanjung tinggi
[14] Muzik (hiburan) banyak dimainkan
[15] Generasi akhir umat ini melaknat/menyalahkan generasi pertama (para sahabat)

36. LIMA MAKSIAT YANG DISEGERAKAN BALASANNYA

H.R Ibnu Majah, Daripada Ibnu Omar r.a. berkata: Berhadap/dipan Rasulullah saw. kepada kami kemudian beliau bersabda; “Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah dibalakan dengannya (telah mengerjakannya), maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara itu ialah:

1)    Tiada terzahir perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.

2)    Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pepimpin mereka.

3)    Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tiada ada binatang tentu mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.

4)    Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.

5)    Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri “.

37. TERJADI KEHANCURAN BILA AMANAH DISIA SIAKAN

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: “Pada suatu masa ketika Nabi saw. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw., “Bilakah akan terjadi hari qiamat?”. Maka Nabi saw. tetap meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, “Baginda mendengar apa yang ditanyakan, tetapi soalan itu tidak disukainya”. Sementara yang lain pula berkata, “Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu”. Sehingga apabila Nabi saw. selesai dari percakapannya beliau bersabda, “Di mana orang yang bertanya tentang hari qiamat tadi ?” Lalu Arab Badwi itu menyahut, “Ya! Saya hai Rasulullah”. Maka Nabi saw. bersabda,

“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari qiamat”. Arab Badwi ini bertanya pula, “Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu”? Nabi saw. menjawab, “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari qiamat”. (H.R Bukhari)

38. BERMEGAH-MEGAH DENGAN MASJID

Dari Anas bin Malik r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari Kiamat sehingga umatku bermegah-megah dengan bangunan masjid” (HR Abu Daud)

 

39. FITNAH AKIBAT BERLAKUN ZUHUD, MENGGADAIKAN AGAMA KERANA DUNIA

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud) untuk mendapat simpati orang ramai, dan perkataan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala. Allah SWT berfirman kepada mereka “Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepadaKu? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung” (HR Tirmizi)

40. UMAT BERPECAH 73, YANG SELAMAT IALAH ASWJ

Daripada ‘Auf bin Malik r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda

“Umat Yahudi telah berpecah-belah menjadi 71 golongan, maka hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga dan yang 70 akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga. Demi Tuhan yang diriku di dalam kekuasaanNya, umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan 72 akan masuk neraka. Sahabat bertanya “Golongan mana yang selamat?” Nabi SAW menjawab “Mereka adalah berjemaah (Ahlus Sunnah Wal Jamaah)” (HR Ibnu Majah)

41. LAHIRNYA MUHAMAD KE 2 ATAU IMAM MAHADI

Daripada Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan hilang (qiamat) sehinggalah bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki daripada keluarga ku yang namanya sama dengan namaku”. – H.R Termizi

42. SEPULUH TANDA-TANDA KIAMAT YANG BESAR

Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. Lalu Nabi saw. bersabda:

“Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya (barat), turunnya Isa bin Maryam a.s., Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. (H.R Muslimi)

43. ORANG YANG ROSAK MENGATAKAN ORANG LAIN ROSAK
Daripada Abu Hurairah r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Jika ada seseorang berkata, ramai orang telah rosak, maka orang yang berkata itu sendiri yang paling rosak di antara mereka” (HR Muslim)

 

– TAMAT –

40 Hadith tentang Peristiwa Akhir Zaman ini dipetik dari buku yang telah di susun oleh Abu Ali Al Banjari An Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam) untuk renungan kita bersama. Isi kandung himpunan hadis ini di sedut dari http://www14.brinkster.com. Insya’allah dengan berkat keinsafan kita, dapat kita mengambil iktibar dengan kejadian masa kini, mudah-mudahan ia membawa petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa.

Warga Prihatin

Sains Korban 2 – FALSAFAH BASMALLAH SYARAT SAH KORBAN

KORBAN 2

Sains Korban 2 – FALSAFAH BASMALLAH SYARAT SAH KORBAN

Perintah Allah dalam setiap penyembelihan ialah membacakan Bismillah, DENGAN NAMA ALLAH. Sila rujuk semula Artikel Sains Fatihah-1 yang menjelaskan falsafah yang agak mendalam disebalik BISMILLAH ini.

BASMALLAH terkait rapat dengan proses iqra’. Dalam artikel Ummiy (tidak kenal kitab) baru-baru ini ramai yang mendebatkan soal makna MAA dalam rangkap hadis “MAA ANA BI QORI”. Adakah MAA itu membawa maksud APA atau TIDAK?

Kami jelaskan jika kita maksudkan TIDAK, ia adalah satu kata penentu yang tidak lagi perlu bersandar kepada perkara lain. Tapi jika kita guna maksud APA maka disitulah terkaitannya dengan BI QORI… DENGAN APA? Lalu Allah jawab dengan ayat pertama. “IQRA’LAH DENGAN NAMA PENGATUR/ROB YANG MENJADIKAN”.

 

 

PENTINGNYA MENGKAJI ASAL USUL BISMILLAH

Dalam TURUTAN Nuzul Quran, Surah 96, al-Alaq yang menuntut iqra’ itu adalah wahyu pertama turun. Bacalah sekali lalu surah pendek ini untuk lebih faham. Dalam surah ini jelas Allah beritahu yang ramai manusia sudah tidak tahu apa-apa lagi kerana tidak iqra. Bila berlaku proses iqra’ Allah beritahu tidak ramai manusia yang akan mahu dengar hasil iqra’ kerana mereka merasa mereka lebih cukup dan lebih pandai. Allah gelar mereka ini pelampau yang sombong (togho).

Selepas iqra’ itu turun pula Surah kedua 68, al-Qolam (tulisan). Surah ini bermula dengan huruf potong NUUN. Ya, Memang NUUN JAUH sekali rupa TULISAN dari hasil Iqra’ yang dilihat agak gila bila dibaca oleh golongan thoghut yang melampaui batas dan merasakan diri serba cukup ini. Tulisan ini hanya boleh terhasil dari golongan pelaksana yang berakhlak yang agung. Bukan kaki ceramah dan penulis buku yang banyak bercakap dan menulis tanpa gerak kerja melaksana apa yang dikata atau ditulis seperti firman di Surah 2 al-Baqarah ayat 78, 79.

Sambil berbuat, nabi teruskan iqra’ dan menulis hasil iqra’ sebagai ketetapan dari Allah yang harus dikitabkan untuk panduan umat. Penjelasan dari ayat telah nabi sampaikan secara langsung dan nabi perintahkan ia disampaikan dengan aliran majlis ilmu secara berdipan-dipan seperti di pangkin Raudhah baginda atau melalui mimbar khutbah sahaja.

Nabi larang keras sesiapa menulis penjelasan dari mulut baginda kerana itu akan menjauhkan kita dari sumber asal iaitu wahyu Allah itu sendiri. Nabi sudah tahu itu bakal jadi punca kekalutan dakwah kerana sifat asal manusia memang sukakan jalan pintas, shortcut sahaja. Habit ini akan membuatkan manusia malas belajar dan ukhwah Islamiyah melalui sistem talaqqi akan jadi pudar. Kekuatan ilmu akan jadi kabur. Ketaatan dari Ikatan BAIAH perguruan terhakis dan keberkatan ilmu akan hilang.

Seterusnya yang ke 3 – iaitu surah 73 al-Muzammil (isu berselimut/tidur). Lepas itu diikuti dengan yang ke 4 iaitu surah 74 al-Mudatsir (berkemul/termenung).

Ringkasnya, semua wahyu Allah itu adalah untuk segera dilaksana oleh tangan dan kaki kita. Ilmu bukan hanya untuk pengisi dada sahaja. Jangan lagi terus tidur lena seperti sediakala. Jangan termenung terlalu lama baru mahu bangkit melaksana. Allah tidak akan terus memberikan hidayah wahyuNya selagi kita tidak bangkit melaksana sungguh-sungguh apa yang sudah diberi.

Akhirnya turun wahyu terbesar sebagai sinopsis atau pembuka cerita tentang alquran secara keseluruhannya. Itulah dia FATIHAH, wahyu ke5 turun dan diletakkan sebagai Surah-1 dalam Musyhaf al-quran itu sendiri. Inilah surah di mana Allah turunkan kesemua 7 ayat serentak dan BISMILLAH adalah menjadi ayat pertama. Dalam setiap surah yang dimusyhafkan, Bismillah lalu menjadi pembuka kata, kecuali dalam surah At-Taubah (ini satu artikel lain).

Ayat BISMILLAH inilah yang menjawab soalan MA’ANA ‘BI’ QORI?, “Dengan Apa Aku Membaca?” atau “Apa Aku Dengannya Membaca?” itulah penjelasan lanjut kepada BISMIROB dalam wahyu pertama tadi. Itulah dia penegasan agar kita membaca/mengkaji DENGAN NAMA Allah, dengan hidayah/faham Allah. Menarik juga asbabulnuzul BISMILLAH ini bukan?

Itu perintah Allah dalam iqra’ dan Fatihah (yang membuka minda alquran ke dada manusia). Begitu jugalah pasangan arahannya, ini didapati dari sinopsis surah terakhir Surah 114, An-Nas, iaitu agar kita tidak lagi ikut fahaman atau hujah berupa bisikan jahat manusia/jin/syaitan.

 

KAITAN BISMILLAH DENGAN IQRA’, BAGAIMANA TERJADINYA SESUATU

“IQRA’ BISMI ROBBIKA AL-LAZI KHOLAQ”. “Kajilah DENGAN NAMA Pengatur/ Pendidik/ Rob/ Murobbi yang Menjadikan”.

Hari ini ada terlalu banyak berlaku atau TERJADI perkara yang buruk dalam kehidupan kita. Untuk mencari amal SOLEH, kita harus mencari ruang ISLAH (pembaharuan). Oleh itu kita harus meneliti asal usul KEJADIAN buruk yang perlu diperbaiki dengan proses agama. Itulah proses iqra, mengkaji dengan panduan hidayah wahyu dan tauladan sunnah.

Jika para nabi telah berjaya JADI baik, maka bacalah, kajilah, iqra’lah aturan (RUBUBIYAH) siapa yang TELAH mereka guna dan MENJADIKAN mereka baik?

KEMUDIAN kita iqra’ pula situasi kita. Mengapa kita jadi BURUK dan tonggang langgang? Mengapa hidup kita JADI sangat berkasta? Mengapa jenayah dan kemaksiatan TERJADI tidak henti-henti? Mengapa ramai anak lelaki kita JADI lemah? Mengapa anak nisak kita JADI musnah? Mengapa usaha mendidik dan menyatukan ummah MENJADI terlalu payah?

Sila kaji semula,dengan aturan (RUBUBIAH) siapakah yang kita, selaku ROB/MUROBBI mendidik dan mengatur sehingga semua ini TERJADI dengan berleluasa?

Inilah yang diminta Allah, melalui Jibrail a.s. untuk Nabi s.a.w. iqra’ dan mengkaji ASAS PENGATURAN yang menjadikan SETIAP KEADAAN. Habis kurang 3 kali ulang iqra’.

Adakah Abu Jahal yang mengurus jemaah Haji waktu itu mengurus dan mengatur jemaah mengikut RUBUBIAH Allah? mengapa masih berlaku rampok merampok disekitar Baitullah? Adakah pengatur (ROB/MUROBBI) keluarga yang menggalakkan ibu-ibu Quraisy ambil maid, ambil ibu susuan itu selari dengan restu Allah? adakah segala perpecahan diselesaikan dengan NAMA dan kefahaman dari Allah oleh al-Amin yang amanah? atau mereka hanya ikut rasa dan sangka-sangka manusia sahaja?

BISMILLAH – PISAU PALING TAJAM DALAM IBADAH KORBAN

Inilah yang paling asas sebelum kita susur lebih jauh dalam falsafah korban ini. Bila kefahaman ini telah diperolehi dengan usaha iqra’, segalanya akan dapat dilakukan dengan LILLAH (untuk Allah) dan BILLAH (dengan cara/aturan Allah). Hasilnya barulah RAHMATAN LIL ALAMIIN yang sebenar-benarnya.

BERHALA, sembahan atau idola selain dari ALLAH dan RASUL harus kita korbankan dengan asas hujjah Basmallah. Ingatlah! Surah apa selepas Fatihah? Ya, itulah dia surah LEMBU. Bapa harus berkorban. Ibu harus berkorban. Anak harus berkorban untuk menjadi sarana yang membentuk SYURGA RUMAHTANGGA, rumahku syurga ku.

Hari ini ramai orang berkorban tidak atas dasar Basmallah, tidak atas nama Allah. Ada yang berkorban atas nama sendiri, tanpa kefahaman yang jelas mengapa kita berkorban. Ada yang kerana mahu naik lembu ke syurga. Bagaimana 7 orang akan naik seekor lembu di syurga? Nanti ada yang fikir jika begitu, aku ada banyak duit baik aku korbankan BMW saja…!

Ada pula yang suka menunjuk-nunjuk. Ramai yang berkorban berpuluh ekor atas nama company, parti atau persatuan. Adakah ruang syurga untuk parti dan company nanti? Amalan itu baik sekali, tetapi jika tidak meletakkan asas Basmallah sedari mula, maka ianya akan tertolak. Semuga kita faham sekarang, Bismillah itu satu DASAR / ASAS dan polisi besar dalam amalan kita, itulah polisi Fatihah – bukan sekadar lafaz bibir saja.

Dalam Hadis Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak diawali padanya dengan “Bismillah” maka akan terputus/tertolak”.

Allah perintah tegas sebelum membaca al-quran (termasuk Bismillah) harus kita BERTAKWUZ dahulu. Korbankan dahulu semua sembahan. Rejam dahulu fahaman selain dari Allah, khususnya fahaman syaitan yang menghasut dan meragukan. Letakkan nama Allah dengan mengutamakan Rububiah, Ubudiah dan Mulkiahnya di tempat tertinggi dalam apa saja amal ibadah kita.

Bersambung …

IQRA’ KORBAN
Warga Prihatin

Doa Selamat Buat Teman

00 doa haji sn

Malam ini anak-anak Warga Prihatin akan mengadakan majlis tahlil dan doa selamat khas buat mengiringi keberangkatan Saiful Nang, Pendokong RPWP ke tanah suci esok pagi. Kita pohonkan doa agar beliau sentiasa mendapat perlindungan Allah, sihat sentiasa, dipermudahkan segala urusan ibadah hajinya di sana, selamat juga sepanjang perjalanan pergi dan pulang untuk menyambung hidup beramal bakti bersama kita.

Doa selamat juga dipohon untuk rakan Prihatin, Saudari Iza Namida, yang hanya kami kenali di alam Maya, namun kehangatan ukhwah persaudaraan sudah meresap terlalu jauh ke sanubari. Beliau adalah insan pertama yang menghulur derma bakti sebaik saja tahu keperluan dana pembedahan Ibu Sofiah, Asnaf Fakir, OKU yang sekian lama mengabdi diri sebagai pengasuh dan tukang masak untuk anak anak di teratak ini.

Iza Namida dijadualkan bakal melahirkan anak sehari dua lagi sewaktu AidilAdha ini. Beliau menghadapi masalah oversized baby. Beliau inginkan kelahiran normal bukan melalui surgery. Kami pohon doa kepada Allah agar memberikan kemudahan dan hidayah yang tepat kepada para Doktor yang bakal membantu kelahiran bayi Iza Namida nanti. Yang paling penting mari kita sama sama pohonkan doa agar beliau selamat bersama bayi yang bakal lahir.

Saiful Nang telah berhabis harta dan meneruskan puasa untuk mendanai RPWP bersama co-founders yang lain. Iza Namida juga sangat pemurah dan banyak bersedekah, bukan saja kepada rumah ini bahkan kepada pihak lain juga. Sebagai amil dan penerima, kami tidak ada apa yang mampu diberikan untuk membalas jasa mereka kecuali memanjatkan doa sebanyak banyaknya. Itulah janji Allah untuk penderma seperti mereka, untuk kita yang menyaksikan amal mereka sama sama mendoakannya.

Surah 9. At Taubah 103. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ketahuilah wahai Iza Namida dan Saiful Nang, bahawa AURA doa kami semua sedang mengiringi kalian. Jadikanlah aura ini satu kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi cabaran apa saja. Ketahuilah juga kami semua telah menyaksikan amal penyucian melalui sedekah kalian, kami semua doakan segala dosa kalian diampuni KESEMUANYA oleh Allah yang Maha Kuasa. Jadikanlah oleh kalian doa dan penyaksian kami ini sebagai satu pendorong yang kuat untuk tidak mengulangi sebarang dosa lalu agar ia menjadi taubat yang sebenar benarnya. Jadikan doa ini juga untuk menambah amal yang sedia ada.

Biarpun doa anak yatim, fakir miskin dan orang orang yang tertindas itu mudah diterima, namun doa insan suci, insan berilmu dan doa ikhlas rakan Prihatin diluar sana juga tidak ada kurangnya. Ulangan doa 40 orang dalam jemaah dikatakan mencipta satu janji. Walaupun Warga Prihatin saja sudah ada 3x ganda, namun lebih ramai mengaminkannya lebih kuat haul dan kekuatan doa bagi mereka.

Mari sama sama kita aminkan dengan klik LIKE sebanyak mungkin buat menambah suntikan semangat kepada mereka. Lebih ramai mengaminkannya lebih kuat Aura doanya.

Al-Faatihah….. AMIIN.

WARGA PRIHATIN.

Dr. Haji Masjuki : Pengorbanan dan Impian Seorang AYAH

IMG_0204Minggu lepas kami membuat lawatan tapak di Pinggiran Putrajaya untuk melihat satu pelan pembangunan hartanah. Lawatan diketuai oleh Dr. Masjuki sendiri bersama dua orang rakankongsi pelaburan hartanah seluas 1.7 ekar ini.

Ada cerita yang buatkan kami menitiskan airmata semasa bersama-sama di sana. Sepanjang  perjalanan Dr. Masjuki mengambil peluang bercerita kisah di sebalik tanah ini. Sepanjang penceritaan, kami mula terasa sesuatu di halkum kami yang teramat sebak, bergetar menahan sedu. Rupanya ada sesuatu yang besar di sebalik hartanah itu yang mungkin kami boleh kongsikan ceritanya di sini.

Antara rakan-rakan kongsi tanah 1.6 ekar di Pinggiran Putrajaya.
Antara rakan-rakan kongsi tanah 1.7 ekar di Pinggiran Putrajaya.

Dr. Hj Masjuki seperti yang anda tahu merupakan seorang bekas usahawan yang terdidik dari segala macam kesusahan sejak kecil lagi. Memandangkan beliau merupakan pencetus awal idea Rumah Pengasih Warga Prihatin, dan kebetulan juga beliau adalah yang tertua di kalangan kami, maka kami mesra memanggil beliau sebagai “AYAH”.

Bagi yang belum kenal, akan kami ceritakanlah sedikit latarbelakang beliau.

ZAMAN KANAK-KANAK AYAH SEHINGGA DEWASA

Kisah Kesusahan Hidup Pengasas RPWP Jadi Iktibar Untuk Anak-anak Prihatin - Sila klik gambar untuk membaca artikel berkaitan.
Kisah Kesusahan Hidup Pengasas RPWP Jadi Iktibar Untuk Anak-anak Prihatin – Sila klik untuk membaca artikel berkaitan.

Beliau telah melalui segala kesusahan hidup dalam belantara di hujung desa terpencil di kampung Paya Besar, Segamat Johor sebagai anak peneroka hutan. Tiada sebarang kemudahan asas seperti jalan, elektrik dan bekalan air. Ayah berjalan kaki melebihi 20 km sehari untuk ke Sekolah Rendah, sendirian meredah jalan balak di celah belukar, 12 bukit dan paya, merentasi 2 estet dan 2 desa.

Semasa sekolah menengah, Ayah juga berbasikal sejauh 45 km sehari, 25 km ulang alik ke sekolah menengah di bandar, dan 20 km lagi untuk ke sekolah agama di Kampung Melayu Raya. Beberapa malam dalam seminggu, Ayah berbasikal 20 km ulang-alik di gelap malam untuk menuntut ilmu persilatan di sebuah estate.

Atas segala kesusahan itulah ayah berjaya mencipta kejayaannya. Beliau antara graduan cemerlang di UPM dalam bidang Doktor Perubatan Veterinar (DVM). Seterusnya beliau mencipta kejayaan sehingga menjadi seorang yang berjaya di pelbagai bidang perniagaan, termasuk dengan cawangan di luar negeri. Antara bidang perniagaannya termasuklah pembuatan dan impot ekspot barangan kulit, perabut, pakaian, barangan saintifik, jentera, haiwan ternakan dan banyak lagi.

Ayah acapkali keluar di dada akhbar, majalah, corong radio dan kaca TV sebagai usahawan Melayu cemerlang sebelum ini. Ayah berjaya keluar dari kepompong kemiskinan. Pernah memiliki kereta mewah, motosikal berkuasa tinggi, rumah banglo, tanah dan wang simpanan.

Di sebalik semua itu, Ayah sering menangis sejak muda lagi melihat keruntuhan akhlak anak bangsa. Hatinya pedih mendengar tangisan anak-anak miskin dan yatim yang kelaparan, tangisan orang tua yang terbuang di rumah orang tua-tua, tangisan bayi yang dibuang ibunya, tangisan sang dara yang diragut kesuciannya, nasib lelaki pewaris bangsa yang terlonggok akibat dadah, tangisan marhaen sedunia yang tertindas oleh pemimpinnya, bencana peperangan, penindasan mangsa jenayah dan segala macam kerosakan yang berlaku di depan mata.

Ini membuatkan ayah sedar bahawa kesenangan yang beliau kejar itu tidak menjadikan semua itu menjadi lebih baik. Akhirnya Ayah labur dan leburkan kesemua yang beliau miliki untuk membangunkan Rumah Pengasih Warga Prihatin (RPWP). Benar, Ayah laburkan KESELURUHANNYA untuk mendirikan satu Pusat Penyelidikan dan Pembangunan Akhlak serta Peradaban Ummah.

Anak yatim dan asnaf, juga keluarga rakan pendokong menjadi sampel komuniti yang mahu dijadikan generasi gemilang melalui kaedah yang terpahat dalam Al-Quran & Sunnah, secara teori dan praktikal. Itulah Dr Haji Masjuki Mohd Musuri, AYAH di RPWP yang kami maksudkan.

 

IMPIAN AYAH

Impian Ayah adalah untuk mengembalikan Islam dalam kegemilangannya melalui perlaksanaan dan bukan sekadar ceramah-ceramah saja. Ayah sendiri pernah bercerita tentang penceramah yang berceramah berapi-api, bahkan ada yang dengan jujuran airmata menyeru kesedaran wakaf tetapi diri sendiri bukan saja bakhil, sebaliknya bersifat tamak dan bermewah-mewah sehingga ramai yang dikesan melakukan pecah amanah..

Berbalik kepada tanah Pinggiran Putrajaya, Ayah telah ikat perut untuk mendapatkan tanah sebesar 1.7 ekar itu bersama 4 rakan kongsinya. Ia merupakan satu pasak awal mercutanda impian Ayah dahulu. Seperti orang lain, Ayah mengidamkan untuk menjadikan tapak itu sebuah istana kasih bersama isterinya Cikgu Shakirah Abdullah dan 7 orang anak-anaknya di hujung usia. Semasa pembelian tanah itu, keadaan ekonomi bukanlah baik sangat. Ayah tidak terlepas dengan situasi itu, malah pernah kerugian berjuta Ringgit apabila dikhianati oleh rakan kongsi yang pernah beliau selamatkan dari bankrupsi.

Pada zaman itu, Ayah sudah mula aktif dalam NGO terbesar di Malaysia. Dari situ, Ayah melihat segala jenis gejala di hadapan mata dan bukan lagi satu drama televisyen Barat. Melihat segala kebejatan berlaku di hadapan mata, Ayah menjadi semakin tawar hati untuk mendirikan projek istana impannya di Pinggiran Putrajaya. Selera untuk bermewah terus menjadi malap. Isteri beliau Cikgu Shakirah (kami panggil “Mak Ibu”) pula rela mengorbankan kerjaya perguruannya untuk memberikan tumpuan kepada pendidikan akhlak anak-anak.

 

SUSUR GALUR PENCARIAN AYAH

Ayah banyak mengembara ke seluruh dunia. Beliau suka berguru dengan berbagai-bagai guru dan dikenali sebagai seorang yang sangat istiqomah, taat dan disenangi oleh kesemua gurunya. Semasa proses pembinaan di sini berlangsung, kami juga pernah terjumpa diari lama Ayah yang mencatitkan beberapa waktu-waktu solat yang tertinggal untuk digantikan (qadha’). Semuanya berjaya diqadha’ sebelum mengerjakan Haji. Selain Ayah, belum pernah kami terjumpa sesiapa yang mencatat solat yang tertinggal dalam diari mereka.

Ibadah puasa juga begitu, tidak pernah ayah tinggalkan semenjak darjah satu. Menceritakan pengalamannya, ayah pernah terlepas sahur 3 hari berturut-turut semasa bertugas di luar kota (outstation) sendirian. Ketika bekerja sebagai buruh kasar disetiap cuti sekolah & cuti universiti bagi menampung kos pengajian pun ayah tidak tinggalkan puasa. Ayah selalu didik anak-anaknya agar memperuntukan sedekah yang cukup setiap kali masuk masjid, setiap kali terjumpa peminta sedekah, khasnya dari orang buta atau derma untuk pembinaan masjid.

Kami yang menulis ini mengakui amat sukar mencari Muslim yang sebegini komitmennya terhadap agama, khususnya terhadap ibadah solat, zakat & puasa.

 

PENCARIAN `ISLAM’ YANG HILANG DI MEKAH

Tahun 1995, Ayah berangkat ke Mekah untuk kali pertamanya pada usia 33 tahun. Sepanjang masa berada di Mekah & Madinah, Ayah ambil peluang untuk menziarahi semua tempat-tempat bersejarah . Tidak lupa juga untuk berguru dengan orang-orang alim Mekah termasuk beberapa keluarga melayu yang bermustautin di sana selaku keluarga angkatnya.

Ironinya, Ayah bingung melihat suasana rampok-merampok di sekitar Kaabah sehingga ramai yang ditoreh baju dan begnya. Ramai yang mati terpijak hanya untuk mengucup Hajarul Aswad. Ramai wanita yang dilarikan ke padang pasir oleh pemandu teksi, juga yang diperkosa dan dibunuh di penginapan ketika tidak ke masjid disebabkan uzur. Ramai jemaah lelaki & wanita bukan muhrim tinggal sebilik, khususnya jemaah Indonesia dan berbagai-bagai lagi tabiat ummah yang membingungkan.

Gelagat pemandu teksi dan bas yang meminta rasuah, juga kebodohan pengurusan Imigresen yang membuli jemaah haji turut diperhati. Berbagai-bagai tabiat manusia sewaktu beribadah turut diteliti. Ada wanita kulit hitam solat di kaki lima hotel tidak pakai baju. Ada yang solat sambil bercakap. Ada yang bawa batu dan letak di tempat sujud, bahkan ada yang tergamak duduk atas kitab suci alQur’an di Masjidilharam. Kesemuanya menambah kebingungan Ayah dalam mencari Islam yang sebenarnya.

Setahun selepas Haji, Ayah dijemput rakan niaganya, seorang SHEIKH pemilik hotel di Mekah sebagai tetamu khas untuk mengerjakan umrah selepas selesai urusan melakukan promosi dan jualan produk keluarannya bersama EXPO anjuran MATRADE di Dubai. Alhamdulillah 1 kontena barangannya terjual semua. Kali ini ayah bawa kakaknya, seorang Guru Besar Sekolah Agama. Sekali lagi beliau meneruskan kaji selidik tentang Islam di Mekah dengan lebih tenang.

 

PENCARIAN `ISLAM’ DI INDONESIA

Ayah pernah ada beberapa cawangan di Surabaya, Bandung, Jakarta, Dumai dan Medan. Sambil berniaga, Ayah mengambil peluang mengkaji kondisi dan tabiat manusia yang dinamakan Islam. Negara yang lebih 90% penduduknya Islam, kerajaannya pun Islam, tetapi lebih 90% ekonominya dikuasai oleh golongan bukan Islam.

Gejala judi, arak, perampokan, pusat hiburan, pelacuran, rumah urut terlalu banyak dan berlesen. Yang paling menyedihkan ialah zina & pelacuran di kalangan gadis bawah umur bertebaran secara amat terbuka yang berleluasa. Ulamak ramai tetapi semacam tidak mampu berbuat apa-apa. Gejala penipuan sangat parah. Ayah sendiri pernah kecurian tunai sejumlah Rp40 juta oleh jurupandu yang Ayah bayar dengan sekelip mata. Bila Ayah buat lapuran polis, Ayah pula yang di lokap sehari.

Inilah Indonesia, Negara yang majoritinya ISLAM. Baiklah, kami pendekkan sedikit untuk yang belum melihat lagi tentang Ayah, boleh tonton video ini “Asian of The Year” terbitan ChannelNews Asia, Mediacorp Singapura.

Di Indonesia juga Ayah banyak berguru dengan beberapa ulamak di sana. Ayah pernah turut mencari penulis kitab Agama yang beliau sanjungi. Kitab itulah yang digunakan oleh salah seorang guru Ayah di Malaysia.

Berjumpa dan berbincang dengan penulis kitab itu bersama anaknya membuatkan Ayah bertambah kecewa. Dari mula hadir sehingga Ayah pulang, Sheikh itu tidak habis-habis bercerita tentang royalti buku yang sangat sedikit, juga tentang kerugian mereka akibat cetak rompak. Semuanya kembali berkisar tentang laba dunia. Sekelumit pun tidak mereka cerita tentang laluan memperbaiki akhlak ummat.

 

PENCARIAN ISLAM MELALUI NGO

Pencarian Ayah tidak berhenti di situ. Dalam kesibukan berniaga, Ayah menjadi AJK PEYATIM, Persatuan Anak Yatim Daerah Segamat dan menjadi wakil negeri Johor sebagai Ahli Majlis Mesyuarat Tertinggi Pusat diketuai YM Dato’ Dr Tengku Mahmud Mansur.

Banyak NGO yang telah Ayah sertai. Ayah pernah menjadi Ketua Cawangan Belia 4B, PEMADAM, Badan Amal & Kebajikan Islam (BAKI), PEKIDA, AJK Masjid dan sebagainya.

Sepanjang 10 tahun di Terengganu, Ayah berkhidmat dengan pelbagai lapisan masyarakat, khususnya di kawasan luar bandar seluruh Terengganu, Kelantan dan Pahang. Ayah gilirkan solat jumaat di Masjid Raja di Chendering & Masjid Haji Hadi di Marang untuk bersikap adil dengan rakan-rakan dari kedua belah parti politik yang berbalah itu.

Dengan latarbelakang persilatan, kualiti siasah dan keyakinan diri, Ayah sering mengetuai gerakan pencegahan maksiat maupun gerakan pembelaan terhadap golongan yang teraniaya, sejak di Sekolah Rendah & Universiti lagi. Ayah juga mudah berkawan dengan siapa saja termasuk pemimpin politik & peniaga pelbagai bangsa.

Melihat gambar-gambar lama kami tahu Ayah rapat dengan hampir kesemua ahli politik tidak mengira parti. Namun tiada satupun projek perniagaan beliau yang bergantung dengan mana-mana rakan pemimpin ini. Ayah berkawan kerana Allah, atas tugasan NGO & kepentingan ummat. Pelbagai orang alim dari pelbagai jurusan agama telah beliau gauli, tetapi tidak langsung menunjukkan jalan pasti pembaikan ummat yang semakin parah ini.

Lebih 30 tahun pencarian Ayah untuk mencari kaedah Islam yang strategik dan holistik bagi memperbaiki kebejatan akhlak masyarakat, namun masih lagi beliau gagal menemuinya. Dipendekkan cerita, akhirnya Ayah diberikan kepercayaan oleh Presiden sebuah NGO Islam, dengan restu YAB Perdana Menteri, Tun Abdullah Hj Ahmad Badawi ketika itu untuk mengepalai Projek Khas R&D. Matalamatnya bagi memperbaiki kebejatan akhlak & perpecahan umat.

Tugasan itu berupa satu perintah semata-mata tanpa dibekal dengan sarana dan dana yang wajar untuk tugasan R&D yang berat itu. Segala modal Ayah kena usaha sendiri. Ayah pernah diberi pangkat dan gelar sebagai Abang Long dan kemudiannya dilantik menjadi AYAHANDA oleh Allayarham Paduka Ayahanda Ustaz Hamzah, seorang bekas kadhi. Tidak langsung gelaran itu melalaikan Ayah dalam mencari jawapan kepada masalah kebejatan ummat.

Ayah juga acapkali mengelak untuk dicalonkan jawatan dan gelaran dalam politik atau NGO samada di Segamat mahupun di Selangor. Matlamat beliau hanyalah untuk benar-benar menemui kaedah yang mampu membaiki Islam yang semakin parah. Kami lihat itulah rupanya perjalanan mencari Allah. Ia satu perjalanan yang panjang dengan pengorbanan yang sangat tinggi.

Segala harta hasil usaha syarikat Ayah juga tidak sampai banyak kepada diri & keluarga beliau sendiri, melainkan diguna sekadar mencukupi keperluan sahaja. Selebihnya Ayah belanjakan untuk pembangunan sahsiah ummat secara agresif dalam kesemua NGO tersebut. Malangnya, harta kekayaan yang beliau laburkan di situ tidak mendatangkan apa-apa kesan. Kerosakan semakin teruk dan meruncing. Jika kami mahu ceritakan tentang perjalanan Ayah, kami rasa ia memakan ribuan mukasurat. Kami terpaksa ringkaskannya setakat ini.

PEMBINAAN SAMPEL KOMUNITI PRIHATIN

Akhirnya Ayah seperti menjumpai satu kebijaksanaan yang lama tertimbus hanya di sebalik lembaran usang kitab-kitab lama. Ayah nampak pedoman dari lembaran sirah Rasulullah SAW yang cuba memperbaiki akhlak ummat melalui Hizbul Fudul (NGO zaman Jahilliyah). Ayah nampak pelajaran dari perjuangan Nabi melalui kaedah pertempuran (seperti perang Fijar), juga melalui khidmat tulus sebagai pemegang kunci Masjidilharam dan Kaabah,  dan usaha baginda mendamaikan perselisihan puak yang bertelagah namun akhirnya tiada hasil yang bertahan lama.

Setelah menjadi Rasul, barulah Nabi Muhammad SAW mampu memperbaiki akhlak manusia melalui satu sampel komuniti kecil yang dipanggil AhlulBait. Ia bukan kerja sehari dua, 13 tahun kerasulan hanya berjaya memperbaiki akhlak dan menghijrahkan sekitar 100 orang sahaja. Bagusnya, ia membuka mata dan menarik minat beratus-ratus yang lain di luar Mekah, yang akhirnya membentuk Ansar (Penolong) di Madinah.

Alhamdulillah, Ayah melihat itu satu mekanisma besar untuk dicontohi. Memang sukar untuk bersihkan kekotoran yang sudah berleluasa menjadi budaya dengan jumlah yang besar. Tetapi mudah untuk membersihkan “sedikit jumlah” yang kotor dahulu. Mereka ini nanti akan menjadi uswah dan mampu melahirkan anak-anak yang bersih akhlaknya dari hari pertama lagi untuk membantu proses pembaikan kepada yang lain.

Penemuan kaedah itu “BAGAIKAN SATU LAILATULQADAR” bagi Ayah, Tanpa menoleh ke belakang lagi, Ayah wakafkan keseluruhan harta terkumpul dan sisa tenaga yang ada untuk tujuan itu. Benar para pembaca yang dirahmati Allah, kerosakan dan keruntuhan yang berlaku juga bermodalkan harta, apatah lagi kos pembaikannya.

Banyak kos telah kita labur untuk menganjur berbagai pesta maksiat, membeli arak, dadah, judi, pelacur, mengumpan wanita, bil hotel dan sebagainya. Jika tidak kerana kos pembaikan itu sangat tinggi, tidaklah Abu Bakar Assiddiq, Saidatina Khadijah, Umar Al-Khattab, Usman Al-Affan r.a. semuanya menjadi FAKIR kerana harta mereka diserahkan SELURUHNYA untuk pendanaan misi besar Nabi dalam usaha memperbaiki akhlak!

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi akhir zaman. Tiada lagi nabi selepas itu. Tetapi ajaran dan langkah sunnah Nabi tetap kekal hidup sebagai panduan kita sepanjang zaman. Ayah tahu, itu tak mungkin berlaku dengan tangan beliau sendiri bersendirian, lalu masuk ke satu fasa lain apabila contoh tauladan Ayah dilihat oleh orang lain.

 

HANYA TAULADAN MAMPU MENUNDUKKAN BIJAK PANDAI

Ayah sudah bosan dalam NGO yang tidak habis-habis dengan mesyuarat serta perebutan pangkat dan harta. Ayah kecewa dengan badan-badan politik yang pemain di dalamnya berlakon baik tetapi rakus menfitnah & sanggup membeli kuasa untuk kepentingan diri dan kerabatnya. Ayah benci dengan orang yang hanya berkata tetapi tidak mahu melaksanakan apa yang dikata.

Perasaan benci itu selari dengan apa yang Allah firmankan di dalam Surah As-Saff, Ayat 2-3. “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Tiada ceramah, tiada kata-kata manis, tiada pujuk rayu, tidak pula janji-janji ditabur untuk mempengaruhi ramai cerdik pandai lain dalam masyarakat buat menyokong cetusan idea Ayah untuk menubuhkan RPWP. Apa yang Ayah lakukan untuk mempengaruhi yang lain ialah dengan memberikan CONTOH tauladan.

Jika Ayah mahukan orang lain patuhi perintah Allah dan Nabi dengan 10% INFAK pendapatan bulanan contohnya, Ayah akan pastikan yang Ayah telah berikan 100% dari hasil kerjanya. Apa saja tunai dan aset Ayah yang terkumpul sebelum ini sudah diwakafkan semuanya. Kini, puluhan ribu Ringgit sebulan hasil jualan dan upah mengecat kenderaan yang Ayah kerjakan dengan tangan sendiri masuk ke Tabung Pembangunan Prihatin semuanya.

Ini kerana sepertimana beberapa Asnaf yang lain, Ayah bekerja tanpa gaji. Yang dahulu, Yang sekarang dan Yang akan datang, semuanya telah diwakafkan.” Ya, hanya tauladan yang mampu mempengaruhi 19 lagi pengasas-pengasas yang lain dari kalangan bijakpandai. Ada yang ahli perniagaan berprofil tinggi, ada yang pensyarah Universiti, ada ustaz, ada ahli akademik lepasan PhD Unviersiti Cambridge, ada CEO, ada kontraktor, ada cikgu, ada jurutera kanan syarikat Jepun, ada banker, ada pengusaha stesyen minyak dan sebagainya.

Yang baiknya, Ayah tidak memilih bulu. Beliau juga tidak melupakan golongan bawahan untuk berada dalam team pengasas. Ada juga pemandu lori & teksi, ada tukang masak, kakitangan kedai kek, ada buruh kasar bahkan juga bekas penagih dadah.

Inilah rakan-rakan Dr. Masjuki yang sama-sama menggalang pembangunan akhlak dan sarana RPWP. Ada yang dahulu muda sudah menjadi tua, yang dahulu sihat dah mula sakit tetapi menyerah kalah tidak sekali-kali.
Inilah rakan-rakan Dr. Masjuki yang sama-sama menggalang pembangunan akhlak dan sarana RPWP. Ada yang dahulu muda sudah menjadi tua, yang dahulu sihat dah mula sakit tetapi menyerah kalah tidak sekali-kali.

Semua itu beliau satukan dengan satu matlamat, untuk visi pembangunan akhlak manusia serta peradaban Islam, agar golongan atas dan bawah ini mampu hidup bersaudara.  Yang kaya tidak perlu mendabik dada kerana di sisi mereka ada Dr Masjuki yang pernah kaya, cuma telah mewakafkan semua kekayaannya.

Cerdik pandai & ahli agama tidak perlu berbangga, kerana Ayah juga dari kalangan mereka. Si buruh kasar dan fakir miskin juga tidak perlu merasa hina, kerana Ayah yang dulunya hartawan juga kini berstatus fakir seperti mereka, makan & bertempat tinggal di rumah yang sama dengan mereka, bahkan setiap hari ikut kerja berat bersama mereka.

Percaya atau pun tidak, semua kerja paling bahaya seperti di puncak paling tinggi, penggunaan jentera berat dan apa sahaja yang tidak lagi mampu dilakukan oleh kami, termasuk yang memerlukan kreativiti dan kepakaran tinggi, Ayah akan ambil risiko melakukannya sendiri. Ini selari dengan keberanian Rasulullah SAW yang menjadi susuk tubuh pertama, yang mara di barisan paling hadapan semasa mengepalai Perang BADAR. Jadi…, Ada apa lagi nak diperkatakan tentang status?

Inilah Dr. Masjuki, seorang hartawan yang memilih memfakirkan diri untuk membela Islam secara praktis. Bukan sekadar membina kolam simpanan air hujan, kolam kumbahan najis juga beliau masih sudi turun tangan walaupun dalam keadaan mampu berdiri dengan hanya 1 kaki (1 kaki lagi lemah disebabkan sambungan tulang femur yang kurang sempurna)
Inilah Dr. Masjuki, seorang hartawan yang memilih memfakirkan diri untuk membela Islam secara praktis. Bukan sekadar membina kolam simpanan air hujan, kolam kumbahan najis juga beliau masih sudi turun tangan walaupun dalam keadaan mampu berdiri dengan hanya 1 kaki (1 kaki lagi lemah disebabkan sambungan besi tulang femur yang kurang sempurna)
PIC_1041
Gambar-gambar X-Ray Tulang femur yang hancur dan tulang tangan ayah yang patah semasa jatuh dari bumbung rumah sewaktu memasang atap pada tahun 2008. Beliau kini menggunakan tulang sokongan besi dan bersetatus OKU kekal.
PIC_1046
Gambar-gambar X-Ray Tulang femur yang hancur dan tulang tangan ayah yang patah semasa jatuh dari bumbung rumah sewaktu memasang atap pada tahun 2008. Beliau kini menggunakan tulang sokongan besi dan bersetatus OKU kekal.
PIC_1044
Gambar-gambar X-Ray Tulang femur yang hancur dan tulang tangan ayah yang patah semasa jatuh dari bumbung rumah sewaktu memasang atap pada tahun 2008. Beliau kini menggunakan tulang sokongan besi dan bersetatus OKU kekal.

 

PERANAN BANGSAWAN UNTUK PROJEK BERSEPADU MEMPERBAIKI AKHLAK

Jika ada yang fikir sahabat-sahabat rasulallah dahulu miskin, mungkin mereka perlu buat bacaan semula. Harta Saidatina Khadijah yang diuruskan oleh Nabi Muhammad sendiri dikhabarkan MENGUASAI hampir separuh EKONOMI Kota Mekah. Dicampur dengan kekayaan Abu Bakar As-Siddiq, Usman Ibn Affan, Umar Al-Khattab, Abdurrahman Auf dan lain-lain.

Semuanya habis dikumpulkan untuk satu proses HIJRAH besar yang dilalui oleh Nabi. Jika tidak begitu, tidaklah Allah berfirman ;

“Orang-orang yang berIMAN dan berHIJRAH serta berJIHAD pada jalan Allah dengan HARTA & DIRI adalah lebih besar dan tinggi darjatnya di sisi Allah. Dan merekalah orang-orang yang Berjaya – At-Taubah,20

“Apakah kamu sangka kamu akan masuk syurga, sedang belum nyata di sisi Allah orang orang yang berJIHAD di jalannya, dan belum nyata di sisi Allah orang orang yang sabar.” – Ali-Imran 142

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka>> Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” – At Taubah, 111.

Sekarang kita lihat, sarana HIJRAH itu ialah HARTA & DIRI. Adakah kita masih selesa dengan mengumpul harta yang kita ada tetapi tidak berhabis untuk mendapatkan KEMENANGAN & SYURGA yang Allah janjikan dalam firman di atas itu?

Jika Ayah sanggup berkorban sebegitu rupa untuk masa depan generasi anak-anak kita, Adakah kita rasa tanpa pengorbanan harta dan diri itu kita mampu membentuk anak-anak yang terbentuk akhlaknya? Atau kita hanya menadah tangan di atas sejadah dan mengharapkan keajaiban dari Allah sepanjang masa?. Susah untuk kami katakan.

Rasanya pasti masih ramai yang lebih sayangkan harta peribadi mereka tanpa memikirkan kepentingan generasi mendatang yang akhirnya akan menjadi lingkungan komuniti tempat kehidupan anak-anak mereka juga. Begitu juga halnya dengan semua pengasas-pengasas RPWP yang diketuai oleh Ayah sendiri. Visi pembangunan akhlak ini satu proses yang panjang yang juga memerlukan komitmen HARTA dan DIRI.

Mungkin ada yang kata, cukuplah jika sudah ada beberapa hartawan, kerana mereka sahaja sudah mampu berikan sumber kewangan yang baik kepada Prihatin. Ya ia mungkin cukup jika Prihatin hanya berbuat untuk sekelompok warga sahaja. Namun skala Islam itu besar, iaitu untuk merahmatkan seluruh alam. Kerana itu pada zaman nabi dahulu, KESEMUA sahabat-sahabat bangsawan yang dipanggil ahlulbait berkorban keseluruhan harta mereka dalam merialisasikan visi Rasulullah SAW kerana ceramah-ceramah sahaja tidak cukup untuk membangkitkan Islam.

 

ROBOH ISTANA IMPIAN BERGANTI SYURGA

Kawasan 1.6 ekar yang bakal dibangunkan dan dikorbankan Dr. Masjuki untuk digunakan bagi membangunkan 40% baki pembinaan kompleks di Kajang ini dengan khidmat kontraktor professional
Kawasan 1.7 ekar yang bakal dibangunkan dan dikorbankan Dr. Masjuki untuk digunakan bagi membangunkan baki pembinaan kompleks RPWP dengan khidmat kontraktor.

Foto di atas diambil semasa lawatan ke tapak tanah yang telah diwakafkan oleh Ayah sejak 2005 untuk dicairkan. Lot-lot banglo itu akan dibangunkan oleh pemaju yang meletakkan harga jualan RM1 juta seunit dan memberi margin 50% kepada pemilik. Ayah ada 2 lot, oleh itu nilai wakaf kepada RPWP akan menjadi RM 1 Juta untuk di cairkan.

RM1 Juta itu sedikit pun tidak sampai kepada anak-anak kandung Ayah dan tidak pula Ayah simpan walaupun seringgit. Ayah laburkan lagi kesemuanya untuk mempercepatkan progress pembangunan fasa kedua RPWP di tapak seluas ¼ ekar di belakang kompleks sedia ada.

Kami insaf dengan ketulusan yang sepenuhnya oleh Ayah. Malu bagi kami yang menulis artikel ini kerana masih ada berbidang-bidang lagi hartanah, masih ada lagi amanah saham dalam simpanan masa hadapan, masih ada lagi harta-harta yang bernilai.

Apabila kami tanyakan kepada Ayah…“Bagaimanakah masa hadapan anak-anak Ayah nanti?” Selamba Ayah menjawab, “Masa hadapan tidak akan ada untuk anak kita jika hari ini kita masih terus memikirkan tentang diri & anak sendiri sahaja dan gagal untuk berkorban untuk membangun potensi masyarakat mereka. Allah ada `cara’ tersendiri untuk melindungi anak-anak yang bakal Ayah tinggalkan”.

Roboh sudah impian untuk membina istana bersama isteri & anak tercinta. Ayah lebih memikirkan tentang ummah yang semakin lemah & ada perkara yang lebih besar untuk dibuat. Ayah tidak sedikit pun kelihatan terkilan. Dalam hati kami berkata “Alangkah tabahnya lelaki ini”. Kami yang mengikuti Ayah dalam rombongan ini terkesan dengan berhabisnya Ayah dalam urusan pembangunan ummah. Diam-diam, kami cuba mencontohi tauladan itu.

TAULADAN AYAH DITIRU ANAK-ANAK

Tiada pendidikan lebih berkesan dalam membentuk akhlak selain dari tauladan. Anak anak Ayah semuanya berpuasa nafsu dari meminta yang macam-macam. Mereka malu dengan Ayah mereka sendiri yang pernah kaya dan mereka dapat saksikan kekayaan ayahnya (Dr. Masjuki) tetapi ayahnya sendiri berpuasa nafsu dan memberikan lebih kepada orang lain yang memerlukan.

Gambar terkini keluarga Ayah. Berdiri dari kiri Dinie, Abid, Raimie, Ikhwan, Abu Rijal. Duduk, Ayah, Mak Ibu, Afiah, Nurhani.
Gambar terkini keluarga Ayah. Berdiri dari kiri Dinie, Abid, Raimie, Ikhwan, Abu Rijal. Duduk, Ayah, Mak Ibu, Afiah, Nurhani.

Kesemua anak-anak Ayah makan makanan yang sama, tinggal di rumah yang sama dan memakai pakaian `terpakai’ pemberian orang ramai, sama seperti anak yatim dan asnaf lain. Setiap cuti panjang mereka bekerja membantu pembinaan rumah dan membimbing anak-anak lain dalam kem cuti sekolah, tanpa bersungut meminta upah walau sedikit. Berjalan pun hanya ketika raya atau ada trip bersama rombongan anak-anak RPWP.

Anak sulong Ayah, Dinie Masjuki kini sedang menghabiskan Pengajian Ijazah Sarjana Muda dalam bidang Artificial Intelligent di UiTM dan menjalankan perniagaan dengan syarikat OMG Creative Sdn Bhd. Semua pendapatan Dinie sejak mula bekerja di Candid Syndrome yang bermula dengan elaun RM400 sebulan, hingga menjadi Jurugambar Profesional dengan pendapatan setinggi RM7 ribu sebulan, dan kini segala keuntungan dan elaun pengarah syarikat, beliau serahkan 100% kepada RPWP. Tiada makan tengahari di restoran kecuali selesa dengan bekal makanan dari rumah.

Muhammad Dinie, anak sulong Dr. Masjuki sanggup menangguhkan pengajian selama 1 tahun selepas SPM untuk beliau bekerja sehingga menjadi seorang jurugambar antarabangsa dan wang itu beliau berikan sepenuhnya kepada Prihatin.
Muhammad Dinie, anak sulong Dr. Masjuki sanggup menangguhkan pengajian selama 1 tahun selepas SPM untuk beliau bekerja sehingga menjadi seorang jurugambar antarabangsa dan wang itu beliau berikan sepenuhnya kepada Prihatin.

Anak kedua, Raimie Masjuki kini dalam pengajian Ijazah di Fakulti Pengurusan Perniagaan dalam bidang Insuran di UiTM. Tidak pernah meminta wang belanja dari mula sehingga kini. Raimie menjalankan perniagaan kecil-kecilan bagi menampung belanja peribadi. Beliau yang kini mahir dalam bidang mengecat, PA system, event management dan construction hasil didikan RPWP pernah menjana pendapatan sehingga RM35,000 sebulan tanpa meminta walau seringgit jika tidak diberi.

Pernah diberi peruntukan RM1K untuk kemasukan Universiti dan membeli cermin mata yang sesuai berharga RM350, beliau hanya beli yang berharga RM140 saja, bakinya diserahkan semula kepada bendahari sehingga ditegur Ayah kerana jenis itu akan merosakkan mata.

Raimie yang mesra di panggil Uda, berjaya mendapat CGPA 3.5 di peringkat diploma, walaupun aktif dalam ROTU.
Raimie yang mesra di panggil Uda, berjaya mendapat CGPA 3.5 di peringkat diploma, walaupun aktif dalam ROTU.

Tauladan itu diikuti oleh Abid Masjuki (Ijazah Bioteknologi, Universiti Malaya) yang pernah mengejutkan wartawan utusan kerana menyerahkan kesemua hadiah Johan Khat Nusantara berjumlah RM2,000 & RM1,500 Naib Juara Agro Race kepada RPWP.

Muhamad Abid dan kumpulannya, anak-anak RPWP menyerahkan hadiah kemenangan Agro Race, tunai RM1,500 untuk pembangunan RPWP.
Muhamad Abid dan kumpulannya, anak-anak RPWP menyerahkan hadiah kemenangan Agro Race, tunai RM1,500 untuk pembangunan RPWP. Gambar kecil ialah Hadiah RM2000 selaku Johan Khat Peringkat Nusantara – Sila Klik jika anda ingin membaca artikel khas ini

Sekecil Nurhani yang menjadi pemenang Anugerah Emas, pelajar terbaik UPSR turut menyerahkan hadiah RM350 & basikal pemberian PIBG kepada RPWP.

Nurhani di hari anugerah kecemerlangan sekolah Rendah Leftenen Adnan - Klik untuk membaca kisah ringkas beliau.
Nurhani di hari anugerah kecemerlangan sekolah Rendah Leftenen Adnan – Klik untuk membaca kisah ringkas beliau.

Ikhwan (Matrikulasi Jengka) dan Abu Rijal Masjuki bahkan Norafiah Masjuki, OKU Down Syndrome juga seakan-akan semuanya menuruti contoh tanpa perlu dididik dengan paksaan. Kesedaran itu diturunkan secara tauladan. Pelik juga kerana kesemuanya berjaya dalam akademik, penuh jatidiri dan sangat berakhlak.

Anak bongsu Dr. Masjuki ini (Abu Rijal) pun sudah mula menyerahkan segala apa yang diperolehi dari sebarang pemberian orang luar kepadanya secara peribadi kepada Prihatin. Katanya beliau mahu jadi seperti AYAHNYA.
Anak bongsu Dr. Masjuki ini (Abu Rijal) pun sudah mula menyerahkan segala apa yang diperolehi dari sebarang pemberian orang luar kepadanya secara peribadi kepada Prihatin. Katanya beliau mahu jadi seperti AYAHNYA.

Hari ini kita bingung mendidik anak dengan tuisyen, televisyen, ipad dan segala saluran pembelajaran sedangkan kita sendiri masih terus menerus menutup mata kepada keburukan yang kita sendiri kompromi untuk lakukan. Percayalah, jika ibunya pakai tudung dan baju ketat, anaknya nanti berbogel terus depan webcam. Jika ibunya baik, anak akan menjadi lebih baik lagi. Dalam dua-dua arah positif mahupun negatif, kesan kepada anak adalah digandakan.

Kesemua anak-anak ayah rajin melakukan kerja berat di RPWP tanpa disuruh. Gambar hiasan Raimie & Abid.
Kesemua anak-anak ayah rajin melakukan kerja berat di RPWP tanpa disuruh. Gambar hiasan Raimie & Abid.

 

TANAH PINGGIRAN PUTRAJAYA & RPWP

Hartanah  bernilai RM 1 JUTA itu mahu Ayah wakafkan untuk mempercepat pembangunan sarana di RPWP ini sendiri. Impian Istana dunia itu dirobohkan tetapi Ayah mendapat syurga, ketenangan hati di dunia dan InsyaAllah di akhirat nanti.

Sudah 8 tahun kami bergelumang dengan simen, kayu, pasir, batu dan besi untuk menyiapkannya tanpa khidmat kontraktor dan jentera. Maklumlah, kami mulakannya berbekalkan azam sahaja. Sekarang ini, kami terpaksa belanja antara RM35-45 ribu sebulan. Wakaf tunai dari Ayah sendiri bertahan tidaklah lama seperti bukit yang dikorek hari-hari lama-lama jadi rata. Rumah yang kami ada kini agak uzur buatannya. Ini kerana kami tiada banyak sumber kewangan dan orang pula tidak mengenali kami untuk memberi.

Sejak 2005, kami beli 95% bahan terpakai, dan kami guna kepakaran dan tangan sendiri untuk membangunkan rumah di atas tapak setengah ekar ini. Besi sependek 4-6 inci kami sambung, kaki bangku dan meja sekolah, plywood cetak konkrit dan kayu palet yang terbuang kami leraikan dan guna semula. (Anda boleh lihat jika anda datang ziarah ke RPWP). Persis seperti awal pembangunan Masjid Quba’ yang hanya menggunakan batang & pelepah tamar, batu dan seadanya saja.

Rumah banglo setingkat Dr. Masjuki dah rupa begini hasil tangan-tangan kami sendiri. Pada peringkat awal, tiada lagi jentera. Gergaji, memaku semuanya secara manual.
Rumah banglo setingkat Dr. Masjuki dah rupa begini hasil tangan-tangan kami sendiri. Pada peringkat awal, tiada lagi jentera. Gergaji, memaku semuanya secara manual.

Pada fasa kedua pula, kami telah mula guna jentera dan mesin. Itulah hasil penjimatan dan pengembangan Infak bulanan kami yang sedikit itu. Sekali sekala ada juga kami terima sumbangan dari tetamu yang terkesan dengan usaha kami, khususnya dibulan Ramadhan. Ada juga yang mensedekahkan lebihan bahan binaan seperti kayu, besi dan lain-lain.

Ayah sentiasa meyakinkan kami yang konsep PUASA secara hakikat dan ZAKAT yang FITRAH akan mampu membangunkan sesuatu yang hebat. Kami menahan diri dari meminta-minta. Kami hidup dengan survival beberapa perniagaan kecil kami di sini. Jika tidak, gamaknya kami hanya makan pada bulan Ramadhan sahajalah, sebab bulan lain orang tak bersedaqah dan kami terpaksa rebus kayu-kayu binaan pulalah jawabnya.

KESIHATAN & ILMU MENJADI MAHKOTA MUJAHID

Apalah nilai RM1 juta hari ini? kata Ayah. Di samping ilmu untuk pembentukan akhlak di RPWP, Ayah juga melihat kepentingan akademik bersijil. Sebolehnya Ayah mahu anak-anak RPWP ke IPT kesemuanya, sekalipun hingga double degree atau PhD.

Pengalaman dari kematian Khairi, pembedahan ibu Sofiah, kesukaran kewangan anak-anak kami yang ke IPT banyak mengajar kami. Kerana itu jugalah selain dari dana pembinaan & sarana asas, Ayah mahu ada tabungan yang cukup untuk Dana Kesihatan & Dana Pendidikan Anak. Kami harus meneruskan puasa, berjimat, menambah zakat dan berusaha dengan tangan kami sendiri untuk menambah tabungan.

Saudara Khairuddin Mohd Nor, salah seorang pengasas kami dahulunya sihat, kini terpaksa dibedah kerana masalah tulang belakang disebabkan slipdisc. Ayah sendiri dari orang normal sudah menjadi OKU kerana tulang femur yang berganti besi, patah semasa jatuh di ketinggian hampir 20 kaki sewaktu memasang bumbung rumah.

Rosli Ludin, suami Sofiah Wali yang diberhentikan kerja kerana masalah tulang belakang dahulu, kini semakin serius sakitnya. Khairi baru meninggal dunia, beberapa co-founder lain pula sudah ‘meninggal’kan kami kerana tidak sanggup meneruskan pengorbanan.

Alhamdulillah, dengan membesarnya anak-anak yang dibina, Kami yang asalnya 20 orang dan ditolak dengan yang telah ‘meninggal’ juga badan-badan yang sakit ini masih istiqomah meneruskan pembinaan rumah kami, walaupun agak sedikit perlahan. wirid1ITULAH SEBABNYA Ayah mahu cairkan hartanah bernilai RM1 juta yang beliau wakafkan itu supaya kami mampu untuk menyiapkan pembinaan yang berbaki dengan lebih cepat. Sudah 8 tahun kami membina berdikit-dikit, jika kontraktor dengan dana yang cukup pasti sudah 12 menara seperti KLCC kita siapkan dalam tempoh itu.

Sekitar 10 orang anak-anak kami yang sedang belajar dalam berbagai bidang di Universiti pula sudah mula menunjukkan minat mendalam untuk meneruskan pengkajian dalam bentuk akademik. Selepas tamat degree pertama nanti, ramai yang bercita-cita untuk melanjutkan pengajian sehingga ke peringkat ijazah doktor falsafah secara khusus dalam Pengajian Hadis, Usuluddin dan Ilmu Wahyu di universiti terbaik seperti di Yarmouk Jordan dan Al-Azhar.

Itulah juga yang Ayah sisihkan dananya dan dibangunkan melalui hasil wakaf dan perniagaan yang kami ada sekarang. Untuk memahamkan dan mula merangkak mengatur usaha bukan mudah. Hati yang sudah lama kotor berdaki, amal yang sedikit bercampur dosa ini memerlukan masa dan pelbagai usaha teliti yang istiqomah untuk dibersihkan.

Oleh itu, cita-cita Ayah untuk melihat perubahan peradaban umat ini bersama rakan-rakan mungkin tidak mampu dicapai kerana didahului ajal. Atas sebab itu Ayah sering menangis ketika membilang penghujung usianya.

Pilihan yang ada ialah mempersiapkan sarana untuk membentuk akhlak berserta kecemerlangan akademik anak-anak asnaf dan yang dititipkan oleh masyarakat untuk dibangunkan. Pendidikan memerlukan bukan saja kepakaran, malah modal yang besar dan masa yang panjang.

Semakin ramai ibu bapa yang memohon menitipkan anak-anak mereka untuk di didik di RPWP. Alhamdulillah itu satu kepercayaan masyarakat hasil pemerhatian awal keberkesanan sistem pendidikan di RPWP. Namun ia menjadi beban amanah yang harus di pikul bersama atas nama Allah.

Ayah merasa sangat bersalah dan sedih bila kami terpaksa menolak permintaan mereka. Jika pembinaan rumah ini lambat, Ayah khuatir Ayah akan terlebih dahulu `meninggal’kan kami sebelum sempat melihat kejayaan usaha yang telah Ayah mulakan.

Kerana itulah Ayah sanggup leburkan segala yang ada untuk mempercepatkan pembinaan, agar usaha selepasnya boleh ditumpukan kepada program pendidikan anak-anak secara intensif. Kami rasa, jika kami teruskan cerita ini ia bakal menjadi sebuah autobiografi dan bukan lagi sebuah artikel.

Ayah seorang yang sangat tidak suka akan pujian. Kerana Jika ada pujian, Ayah ajar kami untuk memulangkannya kepada Allah. Ramai juga tamu yang hadir memuja muji beliau sehingga beliau lebih selesa mengasing diri dari bertemu tetamu kerana janggal dipuji atas apa yang telah beliau korbankan selama ini.

Ayah juga tidak suka kami bercerita tentang pahala, kerana itu mengajar kita jadi terlalu berkira dengan ‘upah’ dari amal kita. Jikalah ada apa yang dikatakan pahala itu Ayah kata wakafkan juga semuanya. Bukan sombong, tapi kerana “YANG KITA CARI IALAH REDHA ALLAH, BUKANNYA PAHALA”, kata Ayah.

Jika kisah ini mampu menjadi tauladan kepada anda, sila panjang-panjangkannya. Dalam dunia moden sekarang, terlalu ramai orang sangat suka bercakap tapi kerjabuat tidak seberapa, sukar pula mencari orang yang banyak berbuat tetapi kurang bercakap.

Sejujurnya, Kami yang menulis ini juga berasa malu kerana masih banyak bercakap, tapi baru belajar berbuat.

Diriwayatkan oleh

WARGA PRIHATIN

8 Tahun Berlalu

8 TAHUN DAHULU kami hanya sekadar IDEA. Masih peringkat air liur tapi belum jadi barang. Ketika itu seorang doktor veterinar yang terkenal dengan perniagaannya, Dr. Hj Masjuki Hj Mohd Musuri melepaskan segala kekayaan yang beliau ada untuk idea penubuhan sebuah SAMPEL KOMUNITI yang meletakkan pembangunan sahsiah dan insaniah sebagai keutamaan.

Sebuah banglo, 2 buah unit rumah teres berkembar atas sebidang tanah suku ekar, 2 lot tapak banglo di pinggir Putrajaya, beberapa buah kereta, lori, van, segala stok barangan/peralatan dari 2 minimarket, sebuah restoran, juga beberapa buah motorsikal termasuk sebuah ‘superbike’ kesayangan beliau serta keseluruhan simpanan tunai di bank habis dilabur leburkan untuk pencetusan idea “gila” itu.

Lebih besar dari semua itu ialah beliau sendiri mewakafkan diri di RPWP sehingga ke hari ini sebagai sukarelawan sepenuh masa, menjadi buruh binaan dan Pengetua tanpa gaji.

Sebatang tulang peha (femur) beliau kini berganti besi akibat hancur semasa jatuh dari sigai di tapak rumah semasa memasang bumbung foyer RPWP. Beliau menerima sahaja keadaan sebagai OKU kekal tanpa sama sekali memikirkan untuk berundur.

Isteri beliau, Cikgu Shakirah juga turut mewakafkan diri sebagai penjaga dan pendidik sepenuh masa, mengorbankan privasi hidup dalam rumah sendiri. Beliau meredhai rumah dan keseluruhan kawasan itu menjadi RUMAH PENGASIH WARGA PRIHATIN yang berstatus umum. Tiada lagi privasi yang sering didamba oleh seorang isteri.

Mereka semua duduk bersama di rumah yang sama, naik kenderaan yang sama, makan makanan yang sama dengan anak-anak asnaf dan yatim. Tatkala berlaku kekurangan makanan dan pakaian, anak-anak malah didahulukan.

Pengasas Rumah Pengasih Warga Prihatin ini tidak berkempen untuk menarik 19 orang lain menyertainya. Beliau hanya memberi uswah yang tak akan mampu menarik sesiapa jika sekadar digambarkan dengan kata-kata. “No talk can convince, but the DO will”.

Maka kesemua co-founder yang lain juga lambat laun turut mewakafkan apa yang mereka ada secara berdikit-dikit hinggalah keseluruhannya.

PERINGKAT AWAL RPWP 2005

Orang ingat kami gila kerana sebuah banglo dan 2 teres berkembar setingkat kami satukan dan naikkan strukturnya menjadi 3-4 tingkat. Siang malam kami bergotong royong demi menyediakan keselesaan anak-anak asnaf & yatim kami.

Ada juga orang tuduh kami membuat ajaran sesat kerana kurang percayanya mereka dengan komitmen yang luarbiasa kesemua pengasas-pengasas bersama RPWP yang bekerja tanpa gaji malah melaburkan gaji yang ada utk RPWP. Hanya bermodalkan Darah, keringat dan airmata (yang kadangkala bergenang dek fitnah yang dilontarkan sebegitu).

Tiada kontraktor yang sanggup melakukan kerja binaan yang menggunakan sepenuhnya bahan terbuang, menyambung besi-besi lusuh dari sependek 4-6 inci, kayu-kayu dari buangan bangku sekolah, juga kayu palet kilang kaca yang disumbangkan oleh seorang Taukeh Cina, plywood bekas konkrit, bata serta pavement terbuang dan sebagainya.

Kerja harus dilakukan dengan hati-hati kerana bangunan terus digunakan menempatkan anak-anak walaupun bumbungnya dibuka, Lebih dari itu tiada kontraktor yang sanggup kerja tanpa bayaran.

Masih teringat lagi sindiran seorang ustaz sebuah Sekolah Agama. Beliau mengatakan kami gila apabila dikhabarkan bangku yang mereka buang mahu kami gunakan untuk membina RUMAH.

Tetapi ALLAH MAHA MENGETAHUI….

Alhamdulillah, semuanya telah berlalu. Harta yang diwakafkan oleh para pengasas tidak berkurang. Kini kami sudah berjaya membeli suku ekar lagi lot tanah bersebelahan tapak yang ada sekarang.

Dahulu tidak pernah orang peduli, tapi kini RPWP telah berjaya mendapat peduli dari pelbagai pihak sehingga dari ChannelNews Asia dari Singapura yang melayakkan WARGA PRIHATIN dalam program ASEAN OF THE YEAR dan beberapa orang jurnalis dalam negara dan luar negara sehingga sejauh Stockholm yang hadir untuk mendokumenkan kerja “gila” kami 20 orang ini.

Bukan sekadar kami 20 orang sahaja, tetapi dicampur dengan isteri, juga anak-anak kami yang digaulkan menjadi 1.

Perhatian juga telah diberikan sehingga ke peringkat pemimpin wakil rakyat dari ADUN Bangi dan EXCO Kebajikan dari parti PAS dan juga perhatian diberi sehingga ke peringkat Perdana Menteri Malaysia tanpa kita berpartisan. Jiwa-jiwa PRIHATIN 1Malaysia dari pelbagai bangsa, agama, peringkat umur dan status sosial sudah ramai yang peduli dan turut menghayati kerja buat ini sejak 2007 lagi. Alhamdulillah.

Darah kita bukankah sama merah walaupun fahaman politik kita ada berbeza? walaupun kaum kita berbeza? walaupun agama kita berbeza? Mengapa harus di diskriminasikan?

KONSEP GAULAN TANAH, TEMBIKAR & PENYATUAN

Dahulu, sebelum visi 1Malaysia diwar-warkan, kami percaya integriti kaum dan perpaduan masyarakat tidak berlaku dengan hanya meletakkan mereka di satu bekas yang sama, ibarat 3 jenis tanah liat kering yang kotor dan MUDAH HANCUR BERDEBU apabila diinjak-injak manusia. Akan masih nampak kelainan warna DAN RUPA antara satu dengan yang lain.

Untuk menyatu, kami renjis dengan air dahulu untuk melembutkannya. kami GAUL & GUMPALKAN (Surah Al-Alaq) menjadi SATU WARNA & SATU JENIS.

Kemudian kami BENTUK ia menjadi bentuk-bentuk yang kami mahukan. Selepas terbentuk dalam penyatuan itu, PEMBAKARAN AKAN MEMBUAT KAMI LEBIH KUAT DAN LEBIH KERAS sekeras tembikar sehingga boleh dijadikan penebat haba di badan kapal angkasa NASA yang berulang-alik. Lebih diBAKAR (diuji),  ia jadi LEBIH MENYATU…LEBIH KUAT LAGI.

Itulah fahaman kami dalam konsep 1Malaysia, jauh sebelum motto 1Malaysia dilancarkan oleh YAB Perdana Menteri semasa beliau mengambil alih Putrajaya. Jika ada masa nanti, kami akan ceritakan lebih terperinci tentang PENYATUAN KONSEP TEMBIKAR ini kepada semua. Mana tahu, YAB PM sudi untuk juga terinspirasi dengan kaedah alam ini, kita juga yang untung jadi rakyat Malaysia yang KUAT.

8 Tahun bukan waktu yang singkat. Gaulan yang berputar itu mampu mengeluar asingkan batu batu (kepala batu) dari golongan tanah liat yang boleh dicanai.

Bukan jumlah yang kami cari, tetapi dengan tulang 4 kerat keseluruhan co-founder & founder yang SOLID dan tidak berbelah bahagi yang menjadikan RPWP bertahan sehingga ke hari ini,  WALAUPUN tanpa menyebarkan tabung derma, membuat surat rayuan sumbangan atau apa-apa jenis permintaan kepada awam ataupun kenamaan tertentu.

Kami angkat dan galang sendiri dengan tulang 4 kerat, dengan berikat perut, dengan menahan tidur, dengan darah yang mengalir, dengan keringat yang tumpah. Tetapi kami puas, kerana matlamat kami tercapai…

GUMPALAN itulah yang telah menghasilkan “Tembikar” yang solid yang semakin kuat bila dibakar.

Begitu juga gumpalan isteri-isteri kami dan anak-anak kami yang menjadi penyokong kepayahan dan perjuangan kami membela mereka, BERSAMA anak-anak asnaf & yatim sekaliannya.

Gumpalan ini juga….telah menjadikan keseluruhan orang di bawah  naungan RPWP…

BERSATU DENGAN TEGUH. ATAS DASAR PERSAHABATAN & PERSAUDARAAN. BUKAN KERANA LABA DINAR DAN HARTA, PANGKAT ATAU NAMA.

Alhamdulillah… BERKAT ISTIQOMAH, Allah telah berikan kami nikmat terbesar yang pernah kami dambakan selama ini. Nikmat yang telah dirasai Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga sanggup berkorban harta dan diri bahkan meninggalkan kampung halaman demi NIKMAT itu.

iaitu…

PERPADUAN. PERSAUDARAAN, KASIH SAYANG… ALHAMDULILLAHIROBBILAALAMIN.

Artikel oleh
WARGA PRIHATIN