PARENTING TIDBIT – MEMPROSES ISLAM DAN IMAN ANAK-ANAK

image_pdf
00 islam dan imanPARENTING TIDBIT – MEMPROSES ISLAM DAN IMAN ANAK-ANAK

Ramai ibu bapa yang mengajukan persoalan kepada kami mengenai perangai anak-anak yang telah dididik dengan baik di rumah sejak kecil namun berubah menjadi liar apabila besar. Selain inbox, ada yang meluahkan masalah ini secara terbuka di ruangan komen dari artikel parenting kami. Ramai yang bertanya apa KAEDAH yang kami guna untuk memastikan masalah itu tidak berlaku.

Dalam isu ini ingin kami ajak pembaca merenung ayat yang kami paparkan di gambar hiasan. Kebanyakan quran menterjemahkan begini,

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “KAMI TELAH BERIMAN.” Katakanlah: “KAMU BELUM BERIMAN, tapi katakanlah ‘KAMI TELAH TUNDUK’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – QS 49. Al Hujuraat 14.

Isu yang ingin kami ketengahkan di sini ialah jika kita ingin merasakan iman itu meresap ke dalam jiwa, kita harus sanggup tunduk kepada CARA HIDUP ISLAM, walaupun ada kalanya kita tidak suka.

PROSES KEISLAMAN DAN KEIMANAN

ISLAM ialah sebuah agama (cara hidup). Ia hanya berlaku dalam pengaruh jemaah (the power of the pack) melalui proses nasihat atau ingat-mengingati. Sabda Nabi SAW “Tidak ISLAM tanpa jemaah”dan “Dien adalah nasihat”. IMAN pula ialah pegangan kukuh yang menggambarkan tahap keyakinan seseorang.

Untuk mencapai tahap keIslaman seseorang dalam sesebuah jemaah, ia memerlukan satu USWAH yang jelas untuk dicontohi. Ia juga memerlukan peranan seorang PENGATUR yang berilmu, beramal serta tegas mengatur jemaahnya. Jemaah itu bermula dari sekecil-kecil unit keluarga, masyarakat dalam qariah, tempat kerja, NGO maupun sebuah negara.

PengIslaman harus dilakukan dengan sabar dan khusyuk. Ia harus melalui proses pendidikan, peringatan dan pemantauan dengan bersungguh-sungguh serta ISTIQOMAH. Setiap individu yang ingin diislamkan harus sanggup merendah diri untuk TUNDUK MEMATUHI segala cara hidup yang diarahkan.

Meletakkan seseorang dalam suasana dan cara hidup ISLAM tidak semestinya membuatkan seseorang itu beriman. Untuk mengimani ISLAM, proses PENDIDIKAN menjadi suatu kemestian. Kefahaman yang mendalam, ditambah dengan bukti kesejahteraan dari perlaksanaan cara hidup ISLAM yang sedang diamalkan itulah yang akan menjadikan seorang itu yakin dan mampu berpegang teguh dengannya.

SOLAT ADALAH TIANG AGAMA

Apa yang kami lakukan, kami tegakkan tiang itu seusia 7 tahun. Kami perintahkan anak-anak RITUALNYA dan secara istiqomah diajarkan pula AKTUAL dari setiap rukun dalam solat. Kami ajarkan anak-anak maksud bacaan yang dibaca dan gerak laku dalam solat. Contohnya: mengapa harus wudu’ ? Apa itu dan mengapa harus takbir? Iftitah? berdiri tegak dalam qiam? Mengapa wajib baca fatihah? Mengapa harus ruku’ dan patuh? Mengapa perlu sujud dan mengabdi? dan sebagainya.

RITUAL solat itu adalah sarana tarbiah untuk pembentukan keISLAMan. Pendedahan AKTUAL melalui proses tarbiah dan tazkiyah dalam ritual solat itu yang membuatkan anak-anak FAHAM DAN MEYAKININYA. Inilah yang akan membuatkan mereka merasakan IMAN ITU INDAH DAN NIKMAT.

QS: 5. Al Maa’idah

55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan SOLAT dan menunaikan zakat, seraya mereka TUNDUK.

56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya dia pengikut Allah, ITULAH YANG PASTI MENANG.

TUNDUK KEPADA ISLAM DAHULU UNTUK MEMBINA IMAN

Untuk menerapkan cara hidup Islam, anak-anak perlu ditundukkan dengan bijaksana bermula dari buaian lagi. Asas akhlak, disiplin dan kepatuhan diterapkan sewaktu pra-sekolah lagi. Dengan kepatuhan itu, anak-anak akan berpeluang mengikuti cara hidup ISLAM yang kita sediakan dan BERTABI’AT dengannya.

59. Al Hasyr 21. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya TUNDUK terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

Jauh lebih penting ialah bagaimana kita sendiri harus mendidik diri untuk terlebih dahulu sanggup TUNDUK kepada sistem ISLAM yang ingin kita terapkan kepada anak-anak. Dengan itu anak-anak akan mencontohi kepatuhan kita. Jangan harap anak-anak akan dapat diislamkan jika ibu bapa masih hidup dengan cara kufur ingkar. Bapa tidak patuh kepada datuk/nenek, juga mengingkari hukum hakam dan suruhan ISLAM, Ibu pula sentiasa menunjukkan amalan nusyuz dan derhaka terhadap suami.

Pengalaman kami menunjukkan ramai ibu bapa yang datang merujuk, mencari kaedah penyelesaian masalah keluarga dan anak-anak, namun sukar menerima saranan quran dan sunnah yang telah kami amalkan. Ramai yang tidak mahu tunduk walaupun terang-terangan mengakui telah melihat perbezaan hasil didikan anak-anak dan semangat kekeluargaan Warga Prihatin depan mata mereka. Masih juga berdegil, tidak mahu mengubah cara hidup lama walaupun mengakui sedang mengharungi sengsara.

QS 40. Al Mu’min 66. Katakanlah: “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu SEMBAH SELAIN ALLAH setelah datang kepadaku KETERANGAN dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya TUNDUK PATUH kepada Rabb semesta alam.

CARA HIDUP YANG MENGUTAMAKAN EGO DIRI, SIFAT KEAKUAN, SEMBAHAN PANGKAT DAN DARJAT, HARTA DAN ANAK-ANAK SANGAT TEBAL, WALAUPUN JELAS BERSALAHAN DENGAN KEHENDAK ALLAH.

QS 49. Al Hujuraat
1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu MENDAHULUI Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha MENGETAHUI.

2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu MENINGGIKAN SUARAMU melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak HAPUS AMALANMU, sedangkan kamu tidak menyadari.

3. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

ALLAH UTUSKAN RASUL MEMBAWA ILMUNYA UNTUK KITA. RASUL SUDAH WARISKAN KEPADA GOLONGAN YANG BERILMU (ULAMAK). JIKA KITA JAHIL, KITA AKAN TERSESAT DAN BINGUNG. HIDUP JADI HURU HARA. KITA PERLUKAN PETUNJUK DAN BERTAWAKKAL / BERWAKILKAN PETUNJUK ITU UNTUK MEMPERBAIKI KEADAAN. MALANGNYA ADA DI ANTARA KITA YANG SELALU MELANGKAH DAHULU SEBELUM ILMU DI SAMPAIKAN. ADA PULA YANG MENINGGI DIRI DAN MENUNJUK PANDAI. SIFAT EGO KITA MENGATASI KEHEBATAN ILMU ALLAH DAN USWAH RASULULLAH.

7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti KEMAHUANMU dalam beberapa urusan, benar-benar kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan KEIMANAN ITU INDAH di dalam hatimu serta menjadikan kamu BENCI KEPADA KEKAFIRAN, KEFASIKAN, DAN KEDURHAKAAN. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

INILAH YANG HARUS KITA PASTIKAN TERJADI PADA ANAK KITA. ADAKALANYA PENGALAMAN YANG BERULANG-ULANG KAMI KONGSIKAN DENGAN JELAS. KAMI SANGAT MEYAKINI DAN TELAH MERASAI NIKMAT DARINYA. KERANA ITU KAMI SARAN JANGAN DIINGKARI KERANA APA YANG DILARANG ITU BAKAL MENYUSAHKAN JIKA DILANGGAR. NAMUN SEBAHAGIAN TETAP TIDAK PERCAYA DAN TERUS MENGIKUTI KEMAHUAN SENDIRI (TIDAK BERIMAN).

QS 42. Asy Syuura

45. Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang KEHILANGAN DIRI MEREKA SENDIRI DAN KELUARGA MEREKA pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya ORANG YANG ZALIM ITU BERADA DALAM AZAB YANG KEKAL.

48. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai PENGAWAS BAGI MEREKA. Kewajibanmu tidak lain hanyalah MENYAMPAIKAN RISALAH. Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, itu disebabkan PERBUATAN TANGAN MEREKA SENDIRI karena sesungguhnya manusia itu AMAT INGKAR.

KAMI KASIHAN MELIHAT KELESUAN DAN KESENGSARAAN YANG DIALAMI. ANAK JADI DERHAKA, LARI RUMAH, TERJEBAK DADAH, JENAYAH, DIRATAH JANTAN, HAMIL, BUANG BAYI, SUAMI LARI, ISTERI LARI, NUSYUZ, BAHKAN CURANG, WANG HABIS DAN SEBAGAINYA. NAMUN KAMI HANYA MAMPU MENUNJUKKAN CARA, TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA SELAGI DIRI SENDIRI TIDAK MAHU MEMBUAT ISLAH. ITU ALLAH GELAR MENZALIMI DIRI, JAHIL YANG TIDAK MAHU DIAJAR.

QS 49. Al Hujuraat

15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka TIDAK RAGU-RAGU dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

16. Katakanlah: “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agama (CARA HIDUP) mu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?”

17. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keISLAMan mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keISLAManmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”

18. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Keyakinan total, tanpa ragu-ragu adalah satu nikmat yang besar dan indah. Ia adalah seruan terpenting selepas kita faham Fatihah. Itulah ayat awal dalam surah al-Baqoroh (lembu betina). “ZAALIKAL KITAB. LAA ROIBAFI. HUDAN LIL MUTTAQIN. ALLAZINAYUKMINUNA BIL GHOIB” QS 2 AYAT 2-3.

Menyentuh perkara yang tidak dinampakkan (ghaib), kadangkala dengan melihat tanda, kami seakan sudah boleh baca apa yang sedang dan bakal berlaku walaupun tidak diceritakan. Seni makrifat ini kami dapati melalui testimoni dari berbagai-bagai subjek, yang berlaku berulang-ulang.

Ada juga klien yang cerdik pandai, moden dan berpangkat lalu sukar menerima cara ISLAM yang kami sarankan kerana dilihat agak kolot, bahkan meminta kami mengikuti cara hidup yang mereka rasa betul. Biasanya kami malas berdebat apabila disanggah. Namun jauh disudut hati merasa kasihan dengan kesengsaraan yang bakal dan sedang di alami, khasnya bagi mereka yang anak-anak masih kecil lagi.

KESIMPULANNYA

Siapkanlah diri untuk untuk patuh mengikuti cara hidup ISLAM dengan penuh khusyuk dan sabar dalam usaha untuk mempelajari dan meyakininya. Didik anak agar TUNDUK PATUH kepada arahan dan aturan hidup ISLAM sejak kecil melalui amalan SOLAT. Gunakan ritual solat untuk mentarbiah dan tazkiyah ahli keluarga kita, sehingga mereka mampu memahami solat secara aktual dan meyakininya dengan keimanan yang sebenar melalui kefahaman ilmu itu.

Harus cari jalan dan kepakaran untuk mengenalpasti tahap kefahaman dan keyakinan anak selepas mereka tunduk semasa dibentuk melalui cara hidup ISLAM. Tunduk dan ikut cara hidup ISLAM belum tentu mereka telah faham dan yakin. Jangan cepat selesa dengan cara hidup yang mereka ikuti depan mata kita sehingga mereka benar-benar dapat kita pastikan kefahaman dan keyakinannya.

Antara tanda yang dapat diperhatikan ialah melalui cara pertuturan mereka, tidan tanduk dan bahasa tubuh mereka. Memakai tudung, solat lima waktu dan lain-lain ritual rukun ISLAM belum boleh memastikan mereka beriman. Jika anak isteri masih tergamak berkata ‘ah’ kepada kita, masih tidak membalas sms, menyahut panggilan dengan segera, membantah suruhan dan sebagainya, itu tanda mereka belum beriman dan merasai indah dan nikmatnya iman.

Kudap Parenting
WARGA PRIHATIN

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengesahan Pengguna *